Miranda Cs Ditunggu Panitia Angket Century

Panitia Khusus Angket Century hari ini menunggu kehadiran empat pejabat Bank Indonesia periode 2004-2005. Mereka akan dimintai keterangan seputar proses penggabungan Bank CIC, Danpac, dan Pikko menjadi Bank Century, yang dianggap bermasalah.

Mantan anggota Dewan Gubernur BI yang dipanggil Panitia Angket adalah Burhanuddin Abdullah, Miranda Swaray Goeltom, Aulia Pohan, dan Anwar Nasution.

Wakil Ketua Panitia Khusus Angket Century Gayus Lumbuun kemarin mengatakan pihaknya belum mendapat kabar soal kepastian kehadiran keempat mantan pejabat BI tersebut. “Sekretariat belum melaporkan kesediaan beliau-beliau,” kata Gayus melalui pesan pendek kepada Tempo.

Gayus mengingatkan, semua pihak yang diundang Panitia Angket harus datang. Jika tidak, Panitia Angket bisa memakai kewenangan yang diberikan undang-undang: melakukan upaya paksa.

Kuasa hukum Burhanuddin Abdullah, Muhammad Assegaf, belum bisa memastikan kesediaan kliennya memenuhi undangan Panitia Angket. “Saya tidak tahu, Pak Burhan ditahan di Bandung. Saya tanya dulu kepada keluarganya,” kata Assegaf kemarin.

Adapun kuasa hukum Aulia Pohan, Amir Karyatin, mengatakan yakin bahwa kliennya akan memenuhi undangan Panitia Angket. “Kemungkinan datang kalau diundang DPR,” kata Amir ketika dihubungi Tempo kemarin.

Amir memang mengaku belum bertemu dengan Aulia secara langsung. Namun, dia mengatakan, kliennya wajib datang jika diundang DPR. Amir pun menjamin Aulia tak akan keberatan memberikan keterangan yang diperlukan Panitia Angket soal kasus Century. “Beliau sehat, kok,” Amir menegaskan.

Mahfudz Siddiq, Wakil Ketua Panitia Angket lainnya, memberikan informasi yang berbeda. Menurut dia, semua pejabat BI yang diundang sudah memberikan konfirmasi akan hadir.

Namun, menurut Mahfudz, ada kendala teknis dengan rencana menghadirkan Aulia Pohan. Sekretariat Jenderal DPR telah mengirim surat permohonan kepada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia agar Aulia diizinkan menghadiri rapat Panitia Angket.

Masalahnya, kata Mahfudz, Departemen Hukum menyatakan kewenangan memberi izin berada di tangan kepolisian, karena Aulia ditahan di penjara Brimob, Kelapa Dua. Tapi, “Polri bilang itu kewenangan Menteri Hukum,” kata Mahfudz.

Apa pun yang terjadi, kata Mahfudz, rapat dengan para mantan petinggi Bank Indonesia tetap digelar hari ini. Panitia Angket akan menyoroti peran Bank Indonesia dalam proses merger tiga bank itu menjadi Bank Century.

Panitia Angket menjadikan laporan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan sebagai pijakan. Dalam laporan tersebut, menurut Mahfudz, BPK mengungkapkan sejumlah kejanggalan proses merger. “BPK bilang merger tidak tepat dan tidak hati-hati,” ujar Mahfudz.

Adapun besok, Panitia Angket mengundang pejabat BI yang masih aktif saat kebijakan bailout Century dikeluarkan dan sejumlah pejabat Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Yang dipanggil besok antara lain mantan Gubernur BI yang saat ini menjabat wakil presiden, Boediono. [Tempointeraktif]

Tinggalkan komentar

Filed under Law, Politic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s