Riset: 45% Pendeta Protestan AS Anggap Islam Agama Berbahaya

Dua pertiga dari pendeta Protestan percaya bahwa Islam adalah agama yang berbahaya, demikian seperti laporan survei yang dirilis oleh LifeWay Research, baru-baru ini.

Meski pendapat mereka bervariasi berdasarkan faktor-faktor seperti afiliasi kelompok keagamaan dan ideologi politik, survei terhadap lebih dari 1.000 pendeta Protestan menunjukkan bahwa 45 persen dari mereka sangat setuju dengan pernyataan “Islam adalah agama yang berbahaya,” dan 21 persen agak setuju.

Menurut Ed Stetzer, presiden LifeWay Research, mayoritas pendeta Protestan AS sepakat bahwa Islam itu berbahaya meski dengan ungkapan bahasa dan isu yang berbeda, karena bagaimanapun, “pendeta Protestan merasakan persaingan agama. Jadi, tambah Stetzer, kita tak perlu terkejut atas keprihatinan mereka tentang Islam.

Scott McConnell, Direktur Asosiasi Riset LifeWay, mengatakan, LifeWay Research memutuskan untuk melakukan survei ini setelah sejumlah harian Eropa menggunakan ungkapan “agama berbahaya” untuk menggambarkan hasil studi yang diambil dari tahun 2008 di 21 negara-negara Eropa menunjukkan bahwa “mayoritas” orang percaya imigrasi dari negara-negara Muslim menimbulkan ancaman bagi budaya Eropa.

“Tampaknya, pendeta Protestan di Amerika banyak sekali yang menyebut Islam sebagai” agama berbahaya,” kata McConnell seperti dikutip PR Web, Senin (14/12).

Selain itu, sebuah studi dari Pew Research Center menemukan bahwa 38 persen dari orang Amerika mengatakan, Islam lebih cenderung mendorong kekerasan daripada agama-agama lain. Namun, penelitian juga menunjukkan diperlukannya interaksi. Sebagai contoh, data dari Gallup Dialog Muslim-Barat Indeks menunjukkan bahwa jika diberikan pilihan untuk pelabelan interaksi lebih besar antara dunia Muslim dan Barat ancaman atau keuntungan, 70 persen orang Amerika menyebutnya sebagai manfaat.

Namun Stetzer menegaskan bahwa devinisi ‘berbahaya” dalam pandangan pendeta dalams suvei tersebut tidak selalu berarti’ kekerasan. Menurut dia, ‘Berbahya’ dapat didefinisikan dalam berbagai bentuk, termasuk dari perspektif pengaruh rohani. Yang jelas, imbuh dia, terlepas dari definisi, angka-angka memberitahu kita bahwa pendeta Protestan prihatin. ”

Studi LifeWay Research menemukan enam perbedaan yang signifikan secara statistik dalam pernyataan keyakinan tentang Islam di kalangan pendeta-pendeta:

– Pendeta denominasi aliran utama berbeda dengan pendeta evangelis. Sementara 77 persen dari pendeta evangelis mengatakan, sangat setuju Islam adalah berbahaya, hanya 44 persen dari pendeta utama merasakan hal yang sama, dan 38 persen sangat tidak setuju.

– Pendeta yang lebih berpendidikan cenderung tidak setuju dibandingkan dengan mereka yang kurang berpendidikan. Sementara 64 persen dari pendeta dengan gelar sarjana atau di bawahnya sangat setuju Islam adalah berbahaya, hanya 37 persen dengan gelar master atau lebih merasakan hal yang sama, dan 25 persen dari mereka sangat tidak setuju.

– Mayoritas pendeta berafiliasi dengan Partai Demokrat lebih cenderung sangat tidak setuju, yakni 52 persen dari Demokrat sangat tidak setuju dan hanya 16 persen yang setuju bahwa Islam berbahaya. Sementara 61 persen dari Partai Republik dan Independen 40 persen sangat setuju Islam adalah berbahaya.

– Tingkat umur dan senioritas juga memengaruhi cara pandang mereka. Pendeta senior lebih cenderung sangat setuju daripada kelompok junior. Sementara 58 persen dari pendeta usia 65 atau lebih tua sangat setuju bahwa Islam berbahaya, kontras dengan 42 persen dari pendeta usia 50-64, dan 44 persen dari pendeta yang lebih muda dari 50 yang tidak sependapat tentang bahya Islam.

– Pendeta di pedesaan dan kota kecil lebih banyak yang setuju daripada pendeta di kota-kota besar dan pinggiran kota. Survei menunjukkan, 51 persen pendeta pedesaan dan 47 persen dari kota kecil setuju bahwa Islam itu berbahaya, sementara hanya 37 persen dari pendeta pinggiran kota dan 39 persen dari pendeta kota besar yang setuju.

– Pendeta berideologi politik konservatif berpendirian secara kontras dengan pendeta berideologi moderat dan liberal. Di antara pendeta sangat konservatif, 78 persen sangat setuju tentang bahaya Islam dan 55 persen dari pendeta konservatif merasakan hal yang sama. Sementara 69 persen pendeta-pendeta liberal atau sangat liberal dan 38 persen pendeta moderat sangat tidak setuju.

Studi Pew, yang dilakukan pada bulan Agustus 2009, menanyakan kepada lebih dari 2.000 orang dewasa di AS apakah Islam lebih cenderung mendorong kekerasan daripada agama lain. Hasilnya, 38 persen mengatakan ya. Namun pandangan tersebut berfluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Studi Pew serupa ditemukan 25 persen menjawab ya, pada tahun 2002, sementara pada tahun 2005, 36 persen, dan pada tahun 2007, 45 persen. [Republika]

2 Komentar

Filed under Religion

2 responses to “Riset: 45% Pendeta Protestan AS Anggap Islam Agama Berbahaya

  1. Muhammad Hadi Zulkifli Zakaria

    Protestan CRAZY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s