Iran Punya Dokumen Nuklir AS

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad menegaskan bahwa menyamakan bom atom dengan energi nuklir adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan. Kantor Berita IRNA melaporkan, Mahmoud Ahmadinejad kemarin (Jumat,18/12) di sela-sela KTT (COP) Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, dalam konferensi pers, menyatakan bahwa pemanfaatan energi nuklir merupakan bagian dari upaya mengurangi pencemaran lingkungan.

Ahmadinejad menandaskan, segelintir negara yang bermaksud memonopoli seluruh teknologi, menilai energi nuklir sama dengan bom nuklir. Ditegaskannya, sikap ini merupakan kesalahan besar dan bentuk pengkhianatan terhadap kemanusiaan.

Seraya menjelaskan pemanfaatan energi nuklir damai di bidang medis dan pertanian, Ahmadinejad menuturkan, “Jika kita menyamakan energi nuklir dengan bom nuklir, maka kita telah mencegah umat manusia untuk menikmati manfaat energi ini. Kebijakan segelintir negara untuk memonopoli energi nuklir merupakan sebuah tindakan kotor.”

Lebih lanjut, Ahmadinejad mengatakan, Iran mendukung larangan penyebaran senjata nuklir di dunia. Ditambahkannya, Tehran bahkan mengusulkan kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk membentuk sebuah kelompok independen guna melucuti senjata pembunuh massal dan mencegah penyebarluasannya.

Ahmadinejad menilai klaim-klaim Barat terkait masalah nuklir sebagai tindakan menyesatkan dan politis. Ditandaskannya, “Barat tidak punya bukti tentang penyimpangan aktivitas nuklir damai Iran, namun kami punya banyak dokumen yang menunjukkan kepemilikan delapan ribu buah hulu ledak nuklir oleh AS.” Seraya menegaskan dukungan AS terhadap rezim Zionis Israel yang memiliki 400 hulu ledak nuklir, Ahmadinejad mengatakan, sikap seperti ini dan kebijakan standar ganda telah gagal.

Menyinggung masalah hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ahmadinejad menilai hak itu sebagai sebuah kezaliman. Ahmadinejad menuturkan, 60 tahun lalu, beberapa negara yang menilai dirinya sebagai pemenang Perang Dunia II mendeklarasikan diri sebagai pemilik dunia tanpa meminta pendapat pihak lain. Ditambahkannya, sistem seperti ini sangat kejam. [Irib]

Tinggalkan komentar

Filed under Environment, Human Right, Politic, Science, Security

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s