Sidang ke-9 Forum Negara Pengekspor Gas (GECF) di Doha

Terpilihnya sekretaris jenderal Forum Negara-Negara Pengeskpor Gas (GECF) ‎yang pertama dalam sidang ke-9 GECF di Doha, Qatar mendapat sorotan luas ‎media massa. GECF adalah organisasi antarnegara yang menghimpun sejumlah ‎negara utama penghasil dan pengekspor gas alam. Media kerap kali menjuluki ‎organisasi ini sebagai “OPEC-Gas”. ‎ 

Iran, Rusia, Qatar, Nigeria, Trinidad-Tobago merupakan negara-negara yang ‎mengajukan pencalonan diri untuk menjadi pemimpin GECF. Kendati keenam ‎calon yang diusulkan untuk menjadi sekjen memiliki kompetensi yang mumpuni, ‎namun Sidang Doha kali ini lebih memilih kandidat yang dianggap memiliki ‎pengalaman yang lebih panjang di bidang produksi dan ekspor gas. Karena itu, 11 ‎negara anggota GECF akhirnya memutuskan untuk memilih Leonid Bokhanovsky, ‎calon usulan Rusia, sebagai sekjen pertama OPEC-Gas.‎

Sampai digelarnya sidang ke-7, Forum Negara-Negara Pengekspor Gas (GECF) ‎tidak memiliki anggaran dasar dan anggota yang tetap. Namun pada sidang ke-8 ‎GECF di Moskow, 23 Desember 2009 lalu, GECF akhirnya menetapkan anggaran ‎dasar organisasi ini. Dan rencananya akan didirikan kantor sekretariat tetap GECF ‎di Qatar. ‎

Aljazair, Bolivia, Guinea Ekuatorial, Iran, Libya, Nigeria, Qatar, Rusia, Trinidad-‎Tobago, dan Venezuela merupakan 11 anggota tetap GECF. Sementara ‎Kazakhstan, Norwegia, dan Belanda merupakan anggota peninjau organisasi ini.‎

Ide pembentukan organisasi semacam OPEC di bidang gas untuk pertama kalinya ‎diusulkan oleh Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatollah Al-‎Udzma Sayid Ali Khamenei pada Januari 2007 dalam pertemuannya dengan Igor ‎Ivanov, sekretaris Dewan Keamanan Rusia kala itu. Sebagaimana diketahui, ‎separuh dari cadangan gas dunia berada di Rusia dan Iran, karena itu Rahbar ‎menyatakan bahwa Iran dan Rusia bisa mempelopori terbentuknya sebuah ‎organisasi kerjasama gas antarnegara seperti OPEC. ‎

Munculnya transformasi baru di pasar energi dunia dalam beberapa tahun ‎belakangan, mendorong perlu diwujudnya sebuah organisasi yang bisa mewadahi ‎negara-negara utama penghasil gas alam. Karenanya, ide pembentukan OPEC-‎Gas menjadi salah satu topik utama perundingan bilateral dan multilateral negara-‎negara utama pengekspor gas dalam beberapa tahun terakhir. ‎

Akhirnya pada sidang ke-6 Forum Negara-Negara Pengekspor Gas yang digelar di ‎Doha, Qatar, 10 April 2007, dan pertemuan para ahli forum tersebut di Tehran, ‎pada bulan yang sama tahun berikutnya, diputuskan untuk membentuk wadah ‎yang lebih terorganisir bagi negara-negara produsen gas. Guna merealisasikan ‎keputusan itu, maka pada sidang berikutnya Desember 2008 di Moskow, ‎dibentuklah kantor pelaksana organisasi negara-negara eksportir gas. Dengan ‎demikian langkah pertama untuk mendirikan OPEC-Gas pun dimulai. Tentu saja ‎pendirian organisasi ini pun tak luput dari penentangan. ‎

Ketua Organisasi Internasional Energi menilai pembentukan organisasi negara-‎negara eksportir gas (OGEC) merupakan berita buruk bagi konsumen gas. AS juga ‎mengungkapkan penentangannya atas pembentukan OPEC-Gas. Namun para ‎pendiri OGEC meyakini bahwa prasangka buruk yang diungkapkan oleh sejumlah ‎kalangan terhadap pembentukan OPEC-Gas terlalu berlebihan. Sebab OPEC versi ‎gas merupakan wadah yang dibentuk untuk mengorganisir kebijakan negara-‎negara pengekspor gas. Organisasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menekan ‎harga gas lewat alih-teknologi dan memperkuat stabilitas pasokan gas di dunia. ‎

Menurut para pengamat, dengan beroperasinya OPEC-Gas yang menguasai 70 ‎persen cadangan gas dunia yang telah dikenali, maka persaingan nyata di pasar ‎energi pun bakal dimulai. Meski upaya untuk menstabilkan harga gas dunia bukan ‎perkara mudah. Sebab ekspor gas umumnya dilakukan lewat jalur pipa yang ‎didistribusikan lewat negara perantara. Karena itu harga yang ditetapkan pun ‎mengalami perubahan sesuai dengan kontrak yang ditentukan untuk jangka waktu ‎satu atau beberapa dekade. Sementara di sektor minyak, harga ditentukan ‎berdasarkan penawaran harga tertinggi. ‎

Yang jelas, tugas utama Forum Negara-Negara Pengekspor Gas (GECF) ialah ‎memasok kebutuhan energi konsumen gas dunia, penurunan biaya produksi, dan ‎menggalang koordinasi di antara negara-negara eksportir gas serta pemasaran ‎dan perluasan pangsa pasar. Berdasarkan anggaran dasar GECF yang ditetapkan ‎dalam Sidang Moskow tahun lalu, tugas GECF mencakup koordinasi anggota di ‎seluruh aspek utama di bidang pertukaran informasi, pengkajian proyek bersama di ‎sektor investasi, eksplorasi dan penambangan, penetapan volume produksi dan ‎harga gas di tingkat dunia dan cara bekerjasama dengan negara-negara pemakai. ‎

Saat harga minyak meroket hingga ke level 147 USD per barel, negara-negara ‎Barat, terutama AS kerap menuding OPEC sebagai pihak yang mesti bertanggung ‎jawab. Dan kini dengan terbentuknya kartel gas semacam OPEC, AS juga ‎mengklaim bahwa kartel seperti itu sengaja diciptakan untuk mengontrol harga gas ‎di seluruh dunia dengan sesuka hati. Padahal tujuan utama dibentuknya OPEC-‎Gas untuk mencegah terjadinya persaingan tidak sehat di antara eksportir gas dan ‎meningkatkan kerjasama di antara negara-negara anggota. ‎

Para pengamat ekonomi beranggapan, terhimpunnya negara-negara eksportir gas ‎dalam satu wadah bisa meningkatkan efisiensi dan efektifitas produksi gas. Yang ‎jelas, dengan dimulainya aktifitas Leonid Bokhanovsky sebagai sekjen GECF pada ‎awal tahun 2010, dia diharapkan bisa mewujudkan kerjasama yang baik dan ‎berkelanjutan baik di lingkup internal maupun eksternal selama 2 tahun masa ‎kepemimpinannya ke depan. [Irib]

Tinggalkan komentar

Filed under Economy, Politic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s