Uni Eropa Kebingungan Soal Baitul Maqdis

Kendati rancangan deklarasi akhir sidang Uni Eropa di Brussel menyebut Baitul Maqdis Timur sebagai ibu kota Palestina, namun pada saat disahkan Baitul Maqdis Timur dinyatakan sebagai ibu kota Palestina dan Israel. Awalnya, Swedia mengajukan draft deklarasi yang mendesak negara-negara Eropa untuk mengakui Baitul Maqdis Timur sebagai ibu kota Palestina, namun dalam naskah akhir yang disahkan ternyata Uni Eropa menyerukan Palestina dan Israel untuk berunding memutuskan nasib Baitul Maqdis Timur.

Perbedaan kedua naskah itu sangat tipis. Pada draft pertama usulan Swedia, nama Baitul Maqdis dinyatakan secara tegas. Namun pada naskah hasil revisi yang disahkan, nama Baitul Maqdis Timur disebut dengan gaya penulisan lama yang ambigu dan multitafsir, tanpa menyebutkan batas dan posisinya. Tidak hanya itu saja, draft final juga menyatakan Baitul Maqdis Timur sebagai ibu kota Palestina dan Israel.

Kendati demikian, deklrasi 27 negara anggota Uni Eropa meminta rezim zionis Israel menghentikan proyek pembangunan permukiman yahudi, baik yang berada di kawasan Baitul Maqdis Timur maupun di Tepi Barat. Uni Eropa juga mendesak dihancurkannya komplek permukiman ilegal yang dibangun sejak tahun 2001 dan mengkritik pemberlakuan blokade di Jalur Gaza.

Draft deklarasi Uni Eropa sempat menyulut protes keras Tel Aviv lantaran secara tegas menyebut Baitul Maqdis Timur sebagai ibu kota Palestina. Sebagaimana diungkapkan televisi Rusiya Al-Youm, sebagian besar negara-negara Eropa seperti Italia, Perancis, dan Ceko khawatir jika draft pertama disahkan, rezim zionis Israel bakal menarik diri dari meja perundingan. Karena itu mereka lebih memilih untuk merevisi draft tersebut untuk mendorong kedua belah pihak yang bertikai bersedia berunding kembali.

Padahal rezim zionis Israel dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan merundingkan masalah Baitul Maqdis Timur sebagai ibu kota abadi Israel, sebab hal itu telah ditetapkan dalam undang-undang parlemen Israel (Knesset). Karena itu, Washington pun mendukung penuh sikap Tel Aviv dan menuding Uni Eropa terlalu gegabah dalam mengambil keputusan.

Menanggapi deklarasi akhir Uni Eropa itu, Jurubicara Departemen Luar Negeri AS menegaskan, nasib dan kondisi Baitul Maqdis harus ditentukan melalui perundingan mendatang pihak-pihak yang bertikai. Yang jelas, kendati draft deklarasi Uni Eropa telah direvisi, namun rezim zionis dan sekutu utamanya, AS tetap saja tidak puas dengan keputusan akhir Uni Eropa. Dan yang pasti, deklarasi tersebut tidak akan bisa menghalangi langkah Israel untuk melanjutkan pembangunan permukiman yahudi. [irib]

1 Komentar

Filed under Tak Berkategori

One response to “Uni Eropa Kebingungan Soal Baitul Maqdis

  1. hmmmm, makasih buat infonya…

    DOWNLOAD E-BOOK AKHIR ZAMAN GRATISSS
    http://www.penuai.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s