Bom Jakarta Merusak Nilai Manusia Beradab

JWJakarta kembali diguncang bom (17/7), kali ini lagi-lagi sasarannya hotel JW Mariot ditambah dengan Hotel Ritz Carlton sebagai bentuk terror yang ditujukan entah kemana atau ke siapa? Dan belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas aksi biadap tersebut.

Ledakan bom tersebut dari beberapa laporan terakhir menewaskan Sembilan orang. Dan dua pelakunya pun tewas ditempat kejadian. Korban luka-luka diperkirakan mencapai 56 orang yang telah dilarikan kebeberapa rumah sakit terdekat.

Satu orang yang diperkirakan juga terlibat dalam aksi tersebut telah melarikan diri, yang diidentifikasi bernama Nasruddin A. Ia merupakan salah satu tamu hotel yang telah menginap sekitar seminggu, dan kamarnya disinyalir sebagai pos bagi perencanaan aksi pengeboman di dua hotel tersebut.

Sungguh tidak dapat dibayangkan bagaimana orang-orang atau sekelompok orang tega melakukan aksi-aksi seperti itu yang entah dengan alasan legal seperti apa yang mendasarinya. Ekstrimitas yang memberangus nilai moral dan hukum yang menjamin hak dan keadilan bagi manusia. Intepretasi perang yang cacat secara akal budi dan nilai luhur kebijaksanaan.

Kita belum bisa sembarangan memastikan motif bom bunuh diri yang terjadi di Jakarta, apakah motif agama, mengeruhkan alur politik yang sedang berjalan, atau memang dendam ekonomi dan persaingan bisnis. Kemungkinan-kemungkinan selalu terbuka. Butuh infestigasi yang mendalam dan mengangkat dengan jujur bukti-bukti yang merujuk pada tendensi atau motif bagi kepentingan peristiwa itu bagi pelaku. Dan yang lebih penting adalah mengungkap aktor intelektual yang merancang aksi-aksi serupa.

Semoga masyarakat Indonesia meningkatkan kewaspadaan bagi terbukanya peluang-peluang aksi ekstrimitas dengan motif apapun. Karena siapapun dapat menjadi korbannya, dan lebih dari itu mewaspadai bagaimana citra kelompok dan agama tertentu tidak dikotori oleh kelompok-kelompok yang punya basis pandangan ekstrim dengan tindakan-tindakan terror sebagai pilihan gerakannya. [vendra].

1 Komentar

Filed under Crime, Opini

One response to “Bom Jakarta Merusak Nilai Manusia Beradab

  1. Duka cita yang dalam. Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
    Bunga Bukan Bom…. Kasih Bukan Kekerasan….

    Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….

    Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s