Jenazah Marwa “Sang Pahlawan Jilbab” Diantar Ribuan Orang

Mideast Egypt Germany Court StabbingRibuan warga Mesir ikut berbondong-bondong mengantarkan jenazah Marwa Sherbini, “sang pahlawan berjilbab” ketempat peristirahatannya yang terakhir. Suasana duka menyelimuti warga Mesir dalam meratapi kepergian perempuan yang tangguh memelihara jilbabnya ditengah-tengah lingkungan yang penuh aroma rasisme agama dan khususnya phobia atas Islam. Perempuan mulia itu menghadap Rabbanya dengan 18 tusukan ditubuhnya saat berada dalam ruang pengadilan di kota Dresden, Jerman.

Orang yang menyerang Marwa adalah Alex W, 28, seorang pemuda Jerman berkebangsaan Rusia. Ia kini mendekam di penjara dan akan dikenakan tuduhan baru yaitu pembunuhan. Christian Avenarius, jaksa pengadilan Dresden mengatakan, Alex menusuk Marwa karena didorong rasa kebencian yang dalam terhadap Islam, karena sejak awal pengadilan, Alex yang berimigrasi ke Jerman tahun 2003 sudah mengungkapkan pernyataan-pernyataan anti-Islam dan anti-Muslim.

Saat peristiwa itu terjadi, Marwa akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Ia menuntut pemuda yang juga tetangganya itu ke pengadilan karena menyebutnya sebagai teroris hanya karena ia mengenakan jilbab. Marwa berada di Jerman mengikuti suaminya yang sedang melakukan riset dengan biaya beasiswa.

Dalam peristiwa tersebut suami Marwa juga menjadi korban dan sekarang masih dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit Dresden, Jerman. Suami Marwa terkena tembakan aparat – yang diklaim sasaran tembakan yang tidak disengaja – saat sang suami mencoba melindungi istrinya yang diserang dengan senjata tajam oleh pemuda Jerman keturunan Rusia.

Keluarga Al-Sharbini di Mesir mengungkapkan bahwa pembunuh Marwa sudah sering menghina dan melecehkan korban, sampai pernah mencoba memaksa melepas jilbab yang dikenakan Marwa. Ibu Marwa, Laila Shams menambahkan, Marwa juga kesulitan mendapat kerja di Jerman karena ia mengenakan jilbab. “Suatu kali, Marwa pernah disuruh melepas jilbab jika ingin mendapatkan kerja, tapi Marwa menolaknya,” kata sang ibu yang dikutip dari beberapa wawancara media-media Mesir.

Tragedi yang menimpa Marwa telah mengundang reaksi keras umat Islam didunia dan kelihatannya akan memberi dampak negataf pandangan umat Islam terkait keseriusan Barat mengatasi persoalan rasisme dan phobia Islam di belahan bumi tersebut. Jika sikap dan tindakan serius Barat, khususnya pemerintah Jerman dalam menyikapi peristiwa tersebut lemah, maka bukan hal yang mustahil, komunikasi dan citra Barat dimata umat Islam akan bertambah buruk. Kondisi ini akan turut berkontribusi menambah ketegangan hubungan Barat dengan Islam.
Jubir pemerintah Jerman, Thomas Steg mengatakan bahwa insiden ini berlatar belakang rasial dan pemerintah mengutuk keras pelakunya. Pemerintah Jerman baru bersuara atas kasus ini, setelah komunitas Muslim di negara itu mengecam pemerintah dan para politisi di Jernam yang diam saja atas kasus tersebut.

Dalam menyindir sikap pemerintah dan para politisi di Jerman, harian independen di Mesir, El-Shorouk menulis, kalau korbannya Yahudi, barulah dunia gempar. Seorang bloger Mesir bernama Hicham Maged dalam blognya menulis,”Mari kita bayangkan, jika kondisinya dibalik, korban adalah orang Barat yang ditusuk di dunia atau di salah satu negara Timur Tengah oleh seorang Muslim ekstrim.”

Atas insiden yang menimpa Marwa, Asosiasi Farmasi Mesir sudah menyerukan boikot terhadap obat-obatan dari Jerman. Ini menjadi pertanda bahwa dampak yang dimunculkan dari tragedi Marwa akan merugikan hubungan Barat dengan umat Islam.

Hal yang disayangkan, pemerintah Mesir belum mengeluarkan pernyataan atas peristiwa yang menimpa warga negaranya. Belum jelas apakah pemerintahan Husni Mubarak akan menuntut pemerintah Jerman bertangung jawab atas kasus ini. Ini tentunya berbanding terbalik dengan sikap dan reaksi yang ditunjukkan oleh pemerintah Iran melalui pernyataan-pernyataan pejabatnya bahwa kasus yang menimpa Marwa mesti disikapi secara serius kritis. Tidak hanya pemerintah Iran, warganya pun melakukan demonstrasi dalam menunjukkan sikap mereka terhadap peristiwa yang menimpa Marwa. Bukti seriusnya, Iran menetapkan sebuah nama jalan mereka dengan nama “sang pahlawan jilbab” tesebut.[dari berbagai sumber].

2 Komentar

Filed under Human Right, News

2 responses to “Jenazah Marwa “Sang Pahlawan Jilbab” Diantar Ribuan Orang

  1. semoga amal ibadah Marwa diterima di sisi Allah SWT

  2. mahyuzar

    sesungguhnya Allah mengetahui apa yang orang kafir perbuat, semoga Marwa diterima di sisi Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s