Obama Membatalkan Slogan “Perubahan” Dengan Menentang Penyebaran Gambar Penyiksaan Tahanan

Presiden AS, Barack Obama menentang penyebaran gambar aksi penyiksaan yang dilakukan oleh para intelijen CIA dan militer AS terhadap para tahanan teroris. Langkah Obama itu tentu saja membuktikan kembali sikap kontradiktifnya terhadap kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) pemerintahan Bush. Sebelumnya, pengadilan naik banding Federal AS mengabulkan tuntutan sebuah LSM pembela kebebasan hak-hak sipil di AS (ACLU) untuk memublikasikan gambar penyiksaan para tahanan teroris yang dilakukan oleh militer AS. Putusan itu diambil sesuai dengan Undang-Undang Kebebasan Informasi. Menurut putusan pengadilan, rencananya gambar-gambar tersebut akan dipublikasikan 28 Juni nanti.

Namun, Jurubicara Gedung Putih Robert Gibbs menyatakan bahwa Obama melarang perilisan gambar-gambar semacam itu lantaran bisa membahayakan nasib para tentara AS di Irak dan Afghanistan. Sebelum ini pun, presiden AS membabaskan para anggota CIA yang terlibat dalam aksi penyiksaan terhadap para tahanan dari tuntutan hukum. Sebab menurut Obama, mereka hanya bawahan yang menjalankan tugas atasannya. Ia juga berdalih bahwa aksi penyiksaan terhadap para tahanan merupakan bagian dari masa lalu, dan kini sudah saatnya menatap ke masa depan.

Dengan mengusung slogan “perubahan”, presiden kulit hitam pertama AS itu akhirnya lolos ke Gedung Putih. Karena itu, untuk memperbaiki kembali reputasi AS yang sudah tercoreng di mata masyarakat internasional, Obama berupaya menerapkan kebijakan yang bertujuan untuk meciptakan transparansi dan mengecam langkah pelanggaran HAM pemerintah AS di era Presiden Bush. Salah satu misal dari kebijakan itu adalah keputusan untuk menutup penjara Guantanamo dan perilisan dokumen rahasia CIA soal penyiksaan para tahanan. Namun semua keputusan tersebut belum juga terealisasikan secara penuh bahkan sarat dengan pelbagai lika-liku dan keraguan.

Keraguan pertama, terkait soal langkah proses hukum terhadap kasus penyiksaan para tahanan di penjara Guantanamo, Kuba, penjara Abu Ghuraib, Irak, dan penjara Bagram, Afghanistan. Obama secara mengejutkan membebaskan para pelaku penyiksaan dari tuntutan hukum. Kini dalam aksi terbarunya, Obama akhirnya melarang juga pemublikasian gambar-gambar penyiksaan para tahanan.

Kalaupun kita mengakui alasan yang dipakai Obama dalam kedua masalah tersebut. Semestinya, tak ada satupun penjahat perang di Yugoslavia ataupun Rwanda diseret ke mahkamah pidana internasional. Sebab hal itu bisa mengancam stabilitas di negara-negara yang bersangkutan. Padahal maksud utama digelarnya pengadilan semacam itu, merupakan upaya agar kejadian brutal yang pernah terjadi tidak akan terulang lagi. Tampaknya, setelah Obama lebih dari 100 hari menginjakkan kakinya di Gedung Putih, ia pun seperti presiden-presiden AS sebelumnya, yang berusaha menutup kasus penyiksaan brutal para tahanan yang dilakukan militer AS. [irib.ir].

Tinggalkan komentar

Filed under Human Right, News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s