Tuduhan terhadap Tindakan Tentara Israel di Gaza

Di Israel kritik atas aksi militer di Jalur Gaza tidak kunjung berakhir. Organisasi “Dokter untuk HAM” antara lain03964475_100 menuduh tentara Israel menembaki para pekerja medis Palestina.

Selama operasi militer yang berlangsung 22 hari, tentara Israel berkali-kali melanggar asas kemiliteran Israel sendiri, serta nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar. Hal ini dinyatakan dalam laporan organisasi kemanusiaan “Dokter untuk HAM” yang mempunyai cabang di Israel. Laporan tersebut sesuai dengan keterangan yang diberikan beberapa tentara Israel yang dipublikasikan pekan lalu, bahwa tentara Israel juga menewaskan warga sipil tak bersenjata dalam perang Gaza.

Pelanggaran Hukum Internasional
Kamp pengungsi Beit Lahiya, di Jalur Gaza utara. Warga Palestina yang kehilangan rumah mereka selama perang Gaza ditampung di kamp pengungsi ini.

Kini timbul kecurigaan, bahwa militer Israel melanggar hukum internasional saat pertolongan diberikan bagi warga Palestina yang terluka dan membahayakan keselamatan tim penolong Palestina. Selama operasi militer Israel, 16 pekerja medis dan sejumlah dokter Palestina tewas dalam usaha memberikan pertolongan di Jalur Gaza. 25 orang lainnya yang tergabung dalam satuan ambulans ditembaki tentara Israel dan luka-luka.

Profesor Zvi Bentwich yang termasuk dewan pimpinan organisasi “Dokter untuk HAM“ mengatakan, “Pesan penting yang paling utama yang ingin kami sampaikan adalah: militer menembak dengan tidak memperhatikan tim penolong dan institusi medis lainnya. Tentara Israel tidak membedakan mereka dari elemen-elemen lain perang Gaza. Sebenarnya mereka ditempatkan dalam kategori sama seperti halnya tentara yang bertempur dan orang lain yang ikut dalam pertempuran.“

Pelanggaran Hukum Israel
Serangan terhadap tim penyelamat dan ambulans adalah tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional serta hukum Israel. Laporan organisasi HAM Israel antara lain mencakup kejadian sebagai berikut: tanggal 31 Desember helikopter tempur Israel menyerang tim dokter, yang sedang memberikan pertolongan bagi seseorang yang luka-luka di bagian utara Jalur Gaza. Serangan tersebut menewaskan dokter, pekerja medis dan orang yang sedang ditolong. Tanggal 4 Januari tentara Israel menewaskan enam anggota tim medis Palestina, yang juga sedang memberikan pertolongan.

Tentara Israel berkali-kali menghalangi ambulans untuk memasuki daerah yang tertutup, di mana banyak korban luka-luka. Tanggal 8 Januari pagi beberapa kendaraan penolong berusaha menyelamatkan sejumlah besar orang yang luka-luka serta tidak mendapat makanan dan minuman.

Berkaitan dengan kejadian ini, dalam laporan organisasi “Dokter untuk HAM” dikatakan: “tentara menembaki kendaraan penolong tersebut dan melukai kaki seorang pekerja medis.” Tim penolong dipaksa untuk menarik diri. Sehari setelah itu, saat upaya pertolongan kembali diberikan, ambulans kembali ditembaki panser dan artileri. Tim penolong tidak melakukan upaya ketiga karena takut akan keselamatannya.

Ketentuan Militer
Jurubicara angkatan bersenjata Israel Avital Leibovitch menyatakan, militer mengadakan penyelidikan tetapi belum selesai. Leibovitch menambahkan, “Kami tahu, sekarang kami dapat menyatakan dengan yakin, bahwa militer memerintahkan angkatan bersenjata untuk memperhatikan dan tidak menembak berbagai instansi medis dan ambulans di Jalur Gaza.“

Menurut keterangan organisasi HAM Israel, tentara menyerang 34 instansi medis di Jalur Gaza, di antaranya delapan rumah sakit. [www.deutsche-welle.de].

Tinggalkan komentar

Filed under Crime, Human Right, News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s