Obama Kirim Pesan Damai Ke Iran

President Barack Obama obama-hilarymenjalankan rencananya untuk mengadakan pembicaraan dengan Tehran, pernyataan itu akan memberi peluang Iran dan AS untuk memahami “perbedaan” mereka. “Itu sangat penting bagi kami berkeinginan untuk berbicara pada Iran, untuk menyatakan dengan jelas dimana ada perbedaan-perbedaan diantara kita, tapi (juga) dimana ada jalan lebar potensial untuk berkembang,” kata President Obama dalam wawancara pertamanya dengan sebuah televise Arab sejak menduduki jabatan President.
Ketika mengetahui AS “salah” terhadap kaum Muslim, President Obama mengatakan ia hendak mencoba untuk meyakinkan dunia Islam bahwa Amerika bukanlah “musuh”.
“Kami terkadang membuat kesalahan. Kami tidak punya kesempurnaan,” katanya.
Pernyataannya, yang direkam di Washington pada Senin Malam, mensignalkan suatu perubahan dalam nada dibandingkan pemerintahan Bush.
Mulai dari kampanye presidennya dan sejak memenangkan pemilihan, Obama berjanji untuk terlibat “dalam diplomasi agresif personal” dengan para pemimpin Iran untuk memecahkan kontroversi sekitar program nuklir Negara tersebut.
AS, Israil dan aliansi Eropanya – Inggris, Prancis dan Jerma – menuduh Iran mengembangkan suatu program nuklir militer, saat perjanjian Non-Roliferasi nuklir (NPT) turut ditandatangani.
Para pejabat di Tehran menegaskan bahwa satu-satunya tujuan dari program mereka adalah untuk kepentingan sipil dari teknologi tersebut.
Pemerintahan George W. Bush yang lalu memotori upaya untuk mengisolasi Iran atas program nuklirnya dengan mengadopsi hukuman pidana melawan Negara tersebut, seperti halnya mendorong PBB menerapkan sangsi atas Negara Islam tersebut.
President Obama tidak menguraikan apakah ia akan mengikuti jejak langkah mantan president Bush dengan menolak untuk mengeluarka aksi militer untuk menyerang infrastrutur nuklir Iran.
Ia, bagaimana pun mengatakan, “jika Negara-negara seperti Iran akan tidak mengepalkan tinju mereka, mereka akan menemukan suatu tangan yang terbuka dari kami.”
Mantan adviser keamanan nasional AS, Zbigniew Brzezinski, yang dipercaya menjadi sekutu terdekat pemerintahan Obam, telah mendampingi restorasi hubungan dengan Tehran oleh Gedung Putih baru.
Mengikuti pemilihan pada 4 November, President Iran Mahmoud Ahmadinejad mengirimkan suatu surat ucapan selamat pada mantan senator Barack Obama, dalam apa yang dipandang sebagai ketebukaan Iran untuk membangun kembali hubungan dengan AS.
Washington dan Tehran tidak memiliki hubungan diplomatic dalam tiga decade terakhir. Dua Negara tersebut mengakiri semua hubungan oleh akibat pendudukan kedutaan AS di Iran pada tahun 1980. [Press Tv].

Tinggalkan komentar

Filed under News, Politic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s