Perang Dunia Atas Penyeludupan Senjata Ke Gaza

Yaser Zaaterah terowongan_300_0

Dostor Jordania

Pasal dua dari memo kesepahaman yang ditanda tangani Menlu AS sebelum ini Rice dengan Menlu Israel Livni soal penyelundupan senjata adalah sebagai berikut: “Amerika bersama sekutunya di kawasan dan di NATO untuk mengatasi masalah pembekalan senjata dan bahan-bahan peledak serta alat angkut senjata ke Hamas dan organisasi teroris lainnya di Gaza, mencakup laut meditrania, di teluk Aden, laut merah, dan di timur Afrika dengan cara memperbaiki persiapan dan teknik sekarang atau dengan cara melakukan inisiatif baru untuk melarang senjata ke Jalur Gaza.” Setelah dibahas sarana besar untuk tujuan di atas.

Pasal selanjutnya menegaskan bahwa mereka mengadapi masalah internasional yang sangat penting yang mengancam dunia seluruhnya. Ternyata senjata ringan yang masuk ke wilayah Gaza yang luasnya hanya 360 km2 itu menjadi masalah tidak ringan bagi dunia internasional.

Banyak catatan terkait perang kali ini yang akhirnya melibatkan kekuatan dunia, terutama koalisi militer terbesar dunia NATO.

Catatan pertama, terkait pelimpahan tugas dari Bush kepada Obama, kemudian dibahas dengan pejabat Mesir dan Saudi untuk membantu pelaksanaan. Setelah Perancis melalui PMnya Sarkozi ikut dalam pelaksanaan dan kerjasama dengan Mesir dan Israel. Banyak juga Negara-negara Eropa turut ikut dalam pelaksanaan pengawasan keberhasilan tugas ini.

Catatan lain, terkait tujuan lain dari kesepakatan ini. Yakni mendukung Tsipi Livni dan Kadema dalam pemilu Israel. Menurut opini Amerika dan Eropa, Netenyahu akan kembali memimpin Israel. Sebab mempertahankan perundingan untuk tetap hidup terlepas dari hasilnya adalah tujuan yang harus dipertahankan. Jika tidak maka front keamanan pasti akan semakin menguat dari sisi konsep dan programnya.

Masalah penyelundupan senjata menjadi sangat penting. Ia memberikan indikasi betapa masyarakat Israel tidak lagi tahan untuk berperang atau menanggun kerugian meski hanya ringan. Buktinya, minimnya kerugian militer Israel dalam agresinya ke Gaza adalah karena mereka menghindari wilayah-wilayah yang bisa menciptakan yang bisa menimbulkan kerugian. Karena perlawanan sengit dari pejuang Palestina. Israel hanya memiliki politik bumi hangus, meski harus mengalami kerugian politik dan moral.

Di tengah itu, Obama tidak mengubah politik Amerika yang berpihak kepada Israel, termasuk bersama Negara-negara Uni Eropa. Lebih penting lagi, ini menegaskan betapa rapuhnya Israel sehingga mungkin mengalahkan mereka, jika Negara-negara Arab memiliki keinginan, termasuk otoritas resmi Palestina. [infopalestina].

Tinggalkan komentar

Filed under Article, War

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s