Rencana Pembaharuan Ekonomi Iran

davari20081206185336203Berikut http://www.vendra22.wordpress.com mengutip wawancara eklusif Press TV dengan Shamseddin Hosseini, Menteri Urusan Ekonomi dan Finansial. Wawancara ini kami kutip dan kami terjemahkan (dari English) ke Bahasa dengan gaya translerasi bebebas…
Press TV: Mengapa ada suatu kebutuhan untuk pembaharuan ekonomi Iran pada langkah ini?
A: Ekonomi yang ditaksir oleh sejumlah indicator pertumbuhan ekonomi, pengangguran, inflasi sepertihalnya income distibusi. Kami percaya ekonomi Iran telah – dalam melewati dua decade – mengalami sejumlah pencapaian. Tapi indicator-indikator tersebut menunjukkan bahwa kita belum pernah mampu mencapai tujuan terbaik kita.
Ada fluktuasi dalam ekonomi kita. Penganguran menurun pada tingkat 10 persen tapi tersisa figure dua-digit. Distribusi income kita agak tidak proporsional, yang menunjukkan bahwa kita tidak mencapai potinsi kita dalam lapangan ekonomi.
Kita memiliki semua factor pertumbuhan. Sejauh ini Negara dan sumberdaya financial sepertihalnya sumberdaya manusia terkait, kita memiliki potensi besar. Studi menunjukkan bahwa salah satu isu besar bagaimana cara mengalokasikan sumberdaya. Metode alokasi kita telah agak terperinci, dalam menghasilkan Iran menikmati suatu penurunan efesiensi.
Salah satu masalah yang kita punya, sebagai contoh, hubungan pada harga energy yang tidak realistis yang kita miliki. Sekitar 30 persen GDP kita untuk subsidi energy, dengan hasil-hasil dalam suatu metode buruk mendistribusikan income nasional. Itu juga melembabkan antusiasme sector privat dan investasi mereka. Seperti itu, kita peroleh kesimpulan bahwa ekonomi kita dalam kebutuhan pembaharuan.
Tujuan-tujuan yang sama tersebut untuk sistem perpajakan kita. Studi menunjukkan bahwa pendapatan penghasilan (revenues generated) dengan sistem perpajakan kita tidak cukup. Ketika maksimum 8 persen dari GDP kita datang dari perpajakan, itu potensial untuk menjadi sekurang-kurangnya 20 persen. Seperti itu, kita telah dipaksa untuk mempercayakan pada sumberdaya lain seperti minyak mentah.
Penjualan kita atas minyak mentah dimaknainya bahwa kita menyuntik suatu dana cast tertentu kedalam masyarakat kita tanpa secara actual memproduksi sesuatu. Ini suatu pengaruh negative dan menunjukkan dirinya dalam bentuk inflasi.
Kita juga akan mempertimbangkan sistem perbankan kita. Dalam kedengkian dari kerja kita, banyak sumberdaya dan pembelanjaan kita dalam sistem ini penggunaannya tidak efektif.
Press TV: dari sudut pandang kita, target rencana pembaharuan ada tujuh aspek dari ekonomi Iran. Bagaimana ini secara terperinci berdampak pada ekonomi keseluruhan? Apakah tujuan akhir dari rencana ini?
A: Diantara tujuh aspek, termasuk pada estimasi kita, yang paling penting sebagian dari ekonomi kita. Kita dapat memiliki suatu pendekatan holistic atau kita dapat pokus pada sector-sektor yang paling penting. Kita berpikir bahwa jika kita pokus pada kepentingan orang-orang kita akan perbaiki ekonomi kita secara keseluruhan.
Press TV: Mengenai subsidi, analisis dan alasan para pakar bahwa anda akan tidak membawa subsidi, dan tidak berfaedah mereka ditargetkan. Ini dengan sendirinya dapat menolong inflasi dari Negara, sejak ekonomi masih menjadi suntikan oleh pemerintah. Bagaimana anda merespon terhadap para pakar itu?
A: Yang pertama, saya harus menekankan bahwa kita harus membedakan antara inflasi dan harga yang berlaku. Kita harus melihat perbedaan diantara mereka. Inflasi bermakna pertumbuhan konstan harga. Apakah kita lakukan dalam rencana pembaharuan kita, dalam upaya menargetkan subsidi, kita tergetkan penyesuaian harga. Harga-harga tersebut, saya jelaskan, telah ditentukan. Mereka tidak realistis.
Ketika kita targetkan harga tidak realistis, ,mereka akan menuju lebih tinggi. Tapi tidak berarti bahwa itu inflasi.
Press TV: beberapa mengatakan bahwa dalam usaha untuk memiliki rencana praktis, butuh studi lebih lanjut dan harus ada analisis lanjutan atas rencana pembaharuan. Beberapa mengatakan bahwa penolakan dari President Ahmadinejad untuk melaksanakan ini bisa termotivasi secara politik, selama itu sangat dekat dengan pemilihan president. Apakah anda punya jawaban untuk itu?
A: apakah anda butuh untuk mempertimbangkan bahwa isu-isu yang di gagas dalam rencana bukan sesuatu yang baru. Mungkin tidak ada rencana yang diperkenalkan untuk menjegal isu-isu tersebut mereka bukan suara secara politik.
Press TV: President Ahmadinejad baru-baru ini mengumumkan bahwa sekalipun harga minyak jatuh pada $5 perbarel, ekonomi Iran akan tetap berjalan. Mungkinkah klaim ini?
A: Pertama-tama, apakah anda harus mempertimbangkan ketika anda bicara tentang harga minyak, itu membawa dua dimensi dalam ekonomi kita. Pertama berhubungan dengan budget dan hubungan yang lainnya pada perdagangan luar negeri kita. (jika harga minyak jatuh) kita kehilangan sedikit income kita namun pembelanjaan kita juga jatuh. Sehingga, jika harga minyak jatuh, biaya kita juga jatuh, seimbang antara keduanya.
Another issue is that we have been able to run our country with low oil prices. So, you must consider that this claim had kept true in the past, when oil prices decreased to $9 a barrel. Today, we can again do that.
Isu lainnya adalah bahwa kita telah mampu menjalankan Negara kita dengan harga minyak rendah. Sehingga anda harus mempertimbangkan bahwa klaim ini benar-benar di jaga sejak masa lalu, ketika harga minya mencapai pada angkan $9 per barel. Hari ini, kita akan melalui itu juga.
Pertama sekali, kita memilika sebagian besar pembelanjaan kita (covered) dalam budget. Beberapa dari pembiayaan kita dapat terhindar dalam perdagangan luar negeri kita. Pikiran pertama bahwa kita hendak menghindari yang dapat menghindarkan pembelanjaan.
Kedua, setelah semuanya karena harga minyak tinggi kita memiliki aktifitas rendah dalam sector lain dari ekonomi kita. Saya akan mengatakan ini sangat jelas, kita tidak senang tentang kejatuhan dalam harga minyak; tapi kita melakukan ini akan menjalankan Negara atas income minyak rendah. Dan ini adalah pesan dalam pidato Mr. Ahmadinejad.
Press TV: $5 per barel bisa jadi dibuat-buat, tapi $40 per barel bisa jadi lebih realistis. Jika minyak jatuh pada $40 per barel, dapatkah rencana ekonomi tersebut diterapkan?
A: Tentu, sebagian besar dari rencana pembaharuan ekonomi kita adalah perbaikan dari sistem perpajakan. Dan perpajakan tidak berhubungan pada harga minyak. Tidakkah anda berpikir bahwa kita masih memiliki arahan dari produktifitas jika harga minyak menurun? Tentu, kita akan memiliki motivasi lebih untuk melakukannya.
Press TV: beberapa alasan bahwa ekonomi Iran sedang bergerak kea rah semi struktur pemerintahan. Apakah anda memimiliki komentar untuk itu?
A: Ekonomi Iran sekarang ini semi pemerintahan. Tapi anda tidak dapat menemukan bahwa ekonomi Iran adalah hibrida ekonomi. Dalam sejarah kita, kita tidak pernah seperti ekonomi sosialis atau ekonomi liberal, dalam pengertian umum.
Dalam dunia saat ini, batasan-batasan telah dikalahkan. Kita melihat bahwa sistem sosialisme hancur. Kita juga melihat bahwa krisis ekonomi terbaru adalah hasil dari regulasi berlebihan.
Ekonomi Iran sebaliknya seimbang dalam pandangan ini. Pemerintah tidak dominan dan bukan pula pasar. Ditengah-tengah, ada perbedaan kombinasi struktur juga.
Dalam rencana pembaharuan kita, kita mencari untuk merubah aturan pemerintah. Kita mencoba untuk merubah struktur ekonomi dan pasar. Pemerintah mesti kesana hanya untuk mensupport dan melindungi pasar, bukan untuk menjalankan itu. [v2/press tv].

Tinggalkan komentar

Filed under Economy, News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s