Pengungkapan Kejahatan MKO di Dewan HAM

Dewan Hak Asasi Manusia adalah termasuk lembaga yang berada di bawah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lembaga ini beranggotakan 197 negara yang bergerak di bidang pengawasan dan perlindungan HAM. Dewan HAM ini yang dibentuk sebagai pengganti Komisi Hak Asasi Manusia PBB, mengadakan sidang dua kali dalam setahun. Dalam setiap sidangnya, Dewan ini membahas dan mengkaji beragam masalah dan isu yang dihadapi oleh berbagai negara di dunia. Untuk itu pada bulan September 2008, Dewan HAM PBB melangsungkan sidangnya yang ke-9 selama tiga minggu guna membahas berbagai isu HAM, seperti: rasialisme, penyelundupan wanita dan anak (Human Trafficking), kekerasan terhadap wanita dan anak, dan juga perang melawan terorisme. Sejumlah dari NGO Iran dan negara-negara lain juga ikut serta dalam sidang ini guna membahas berbagai isu seperti perang melawan kekerasan dan terorisme.

Terorisme merupakan masalah pelik dan rumit yang dihadapi dunia sekarang. Masyarakat internasional melihat terorisme sama bahayanya dengan ketergantungan pada narkotika dan pelanggaran terhadap hak bangsa-bangsa di dunia. Beragam konferensi dan seminar telah dilangsungkan di banyak negara guna mengkaji akar terorisme dan solusi memeranginya. Masyarakat internasional juga gencar mengutuk berbagai aksi teror. Namun langkah ini tidak hanya gagal memusnahkan terorisme, tapi justru membuatnya semakin tumbuh subur.

Menyangkut terorisme, PBB telah mengeluarkan berbagai resolusi mengutuk aksi teror dan terorisme. Namun sangat disayangkan, negara-negara seperti Amerika yang secara lahir mengecam terorisme, telah membagi terorisme ke dalam dua kelompok, terorisme baik dan terorisme buruk. Dengan cara ini, Amerika telah menguatkan dan melestarikan terorisme. Sebenarnya, kampanye Barat dalam memerangi terorisme tak lepas dari kepentingan mereka. Selama terorisme tidak mengancam kepentingan Barat, maka mereka akan menutup mata atau memilih bungkam.

Islam melarang membunuh atau menteror orang yang tidak berdosa. Rasul Saw bersabda: “Iman akan mencegah seseorang melakukan aksi teror.” Pasca serangan 11 September yang menelan ribuan korban jiwa, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatullah Al-Udzma Sayyed Ali Khamanei mengutuk tindakan ini. Dalam pidatonya, beliau memaparkan pandangan Islam tentang kecaman terhadap orang yang melakukan pembunuhan orang-orang tak berdosa baik mereka beragama Islam atau kristen. Beliau mengatakan: “Tidak ada perbedaan antara pembuhunan ini dilakukan di Hiroshima, Nagasaki, Qana, Sabra dan Shatila, Deir Yassin, Bosnia, Kosovo, Irak, atau di New York dan Washington. Islam mengutuk dan mengecam keras semua tindakan teror dan pembunuhan massal.”

Republik Islam Iran termasuk negara korban terbesar terorisme. Kelompok teroris Mujahidin Khalk (MKO) yang dikenal di Iran dengan sebutan kelompok munafikin telah menteror puluhan pejabat Iran termasuk 30 orang lebih anggota Parlemen Iran. Pembunuhan massal itu dilakukan kelompok teroris ini dengan memasang bom di gedung Partai Republik Islam. Akibat ledakan itu puluhan tokoh, cendekiawan dan ulama Iran gugur syahid. Selang beberapa saat kemudian, mereka juga meneror presiden dan perdana menteri Iran. Adakah negara selain Iran yang hanya dalam beberapa saat telah kehilangan sejumlah besar para pejabat pilihan rakyat? Lebih menyakitkan lagi, kelompok teroris ini sama sekali tidak menaruh belas kasihan terhadap warga sipil yang tak berdaya. Mereka membunuh warga sipil dalam jumlah besar dengan meledakkan bom, melemparkan mortit, dan menembak dari jarak dekat. Berdasarkan dokumentasi dan media MKO, setidaknya mereka telah membunuh 12.000 rakyat Iran.

Sejak kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, kelompok ini telah membunuh dan mencederai banyak rakyat Iran lewat berbagai cara, antara lain: teror, bom, dan tindakan destruktif lain. Akan tetapi, semua aksi ini tidak mampu mengendurkan tekad rakyat Iran untuk mempertahankan dan mendukung revolusi. Kenyataannya, kelompok teroris ini selama bertahun-tahun berada di bawah perlindungan pemerintahan Saddam Husein. Mereka memperoleh dukungan finansial dan politik dari Saddam untuk meruntuhkan sistem negara Islam dan masyarakat Iran. Menurut dokumentasi dan pengakuan anggota kelompok ini yang menyatakan bahwa mereka adalah kelompok teroris. Di sini timbul pertanyaan, bagaimana negara seperti Inggris terkadang memasukkan kelompok ini ke dalam daftar teroris, tapi terkadang mengeluarkan kelompok ini dari daftar tersebut? Kebijakan kontradiktif ini justru akan memperkuat kelompok-kelompok teroris.

Bersamaan dengan kebijakan Republik Islam Iran untuk memublikasikan wajah brutal kelompok MKO, di Iran dibentuk beberapa NGO, salah satunya bernama NGO “Keadilan.” Organisasi ini dibentuk oleh keluarga korban kajahatan teroris. NGO ini didirikan bertujuan melawan kekerasan dan teror. Mereka juga terlibat aktif mencerahkan opini publik dunia. NGO “Keadilan” ini juga berencana mentransfer pengalaman mereka kepada generasi yang akan datang agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat tidak termakan hasutan kelompok teroris. Organisasi Iran ini juga menginginkan adanya kerjasama di antara negara-negara di dunia dalam bidang HAM dan penghapusan kekerasan dan teror di seluruh dunia.

Dalam sidang tahunan Dewan Hak Asasi Manusia yang berlangsung di Jenewa. Dalam kesempatan itu, anggota NGO “Keadilan” dari Iran ini juga telah mengadakan beberapa pertemuan, antara lain dengan perwakilan Palang Merah Internasional, Komisi Tinggi Anti Kekerasan, Komisi Urusan Pengungsian, Dewan Hak Asasi Manusia, dan juga NGO-NGO dari Irak, Inggris, Swiss, AS, Spanyol, Maroko, Argentina, Prancis, dan Irlandia. Melalui Pertemuan ini, NGO Iran telah mencapai keberhasilan dalam mengimplementasi tujuannya. Dalam kesempatan ini, organisasi “Keadilan” juga telah menyerahkan bukti dan dokumentasi kejahatan kelompok Mujahidin Al-Khalk dan Saddam Husein kepada para aktivis HAM. Ini sebagai bukti bahwa menyokong kelompok ini, sama dengan melindungi kelompok terorisme dan antek-anteknya.

Doktor Ali’e salah satu anggota tim yang diutus ke Jenewa mengisahkan masa ia menjadi tawanan perang di Irak selama sembilan tahun. Ia mengatakan “Dengan melihat bahwa kelompok munafikin MKO dari segi keyakinan dan budaya, mempunyai pengetahuan dan informasi yang cukup tentang masyarakat Iran, mereka selalu dipercaya sebagai informan dan mata-mata Badan Intelijen Irak. Mereka juga dilibatkan sebagai penasehat dalam memperlakukan tawanan Iran, hingga proses introgasi dan tekanan sistematis terhadap tawanan berjalan lancar, dan Badan Intelijen Irak bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan.”

Doktor Ali’e menambahkan “Kelompok munafikin MKO lewat berbagai metode penyiksaan jiwa dan mental, dengan memanfaatkan kondisi para tawanan, menebar janji palsu untuk mengirim mereka ke Eropa jika bersedia bergabung dengan kelompok teroris ini. Dengan cara ini MKO berhasil menipu sekelompok tawanan dan memindahkan mereka ke Kamp Asraf di selatan Baghdad. Doktor Ali’e menegaskan bahwa Iran menuntut pengusutan masalah ini dan membebaskan para tawanan dari sekapan munafikin MKO.”

Nyonya Alicia Gershanik dari Argentina, salah seorang anggota NGO yang bergerak di bidang HAM, adalah termasuk salah satu peserta sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Seraya memaparkan visi dan misi organisasinya untuk melindungi korban aksi teror dan diktator, Gershanik mengatakan, “Organisasi kami sedang memproses kasus korban rezim diktator Argentina pada tahun 1960. Kami telah terlibat aktif selama sembilan tahun menangani korban teror. Aktivitas kami menyebabkan lahirnya negara demokrasi seperti sekarang ini. Setiap harinya, organisasi kami semakin memperluas keterlibatannya dalam menangani berbagai kasus HAM.” Gershanik seraya menyatakan turut berempati dengan NGO “Keadilan” Iran, menginginkan kerja sama untuk menangani kasus kekerasan dan aksi teror di dunia.

Muradi juga salah satu anggota NGO Iran ini, menamakan kelompok teroris MKO sebagai representasi modern kelompok AlQaeda. Ia menuturkan: “Kedua kelompok ini memiliki metode yang sama dalam mengontrol dan membentuk pola pikir para pendukungnya hingga mereka siap untuk melakukan aksi teror. Akan tetapi sangat disayangkan, kita menyaksikan sekelompok orang bodoh dan jahat dengan mengabaikan persamaan ini, mereka mengutuk satu kelompok dan mendukung kelompok lain.”

Nyonya Subhani, anggota lain NGO Iran ini mengatakan: “Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, kita menyaksikan persekongkolan antara Zionisme dan Imperialisme dengan tujuan merusak citra Republik Islam Iran. MKO juga punya andil besar dalam aksi ini. Subhani menambahakan, salah satu program organisasi “Keadilan” ini adalah mentransfer pengalaman Iran kepada masyarakat dunia dalam memerangi terorisme sehingga dapat mencegah lahirnya kembali kelompok teroris.”

Di forum yang sama, Ketua Lembaga HAM Irak, Umar Barzanji menyampaikan kepada delegasi Iran bahwa ia dan aktivis lainnya di Irak mengetahui persis skala dan tingkat kejahatan kelompok MKO terhadap rakyat Irak dan Iran. Ia menyatakan harapannya agar kelompok ini diusir dari Irak.

Di akhir pertemuan, ketua dan juru bicara organisasi “Keadilan” Iran seraya menyampaikan kepada para aktivis HAM bahwa teroris lahir akibat kecenderungan membentuk kelompok. Para teroris adalah orang-orang sakit yang mengalami gangguan pada sistem dan pola pikir partisan, khayalan, dan depresi. Kendatipun sangat susah menyembuhkannya, akan tetapi jika ada keahlian psikologis dan tersingkirnya hegemoni para pemimpin kelompok ini dari mereka, sangat mungkin orang-orang ini dapat disembuhkan. Kita sangat mengapresiasi terwujudnya kerja sama dengan seluruh aktivis cinta damai, cinta kemanusiaan, dan penentang teroris di seluruh dunia. Kerjasama ini bertujuan untuk menghapus terorisme, menciptakan perdamaian dan persahabatan, sehingga peristiwa teror dan pembunuhan massal tidak terulang kembali. [IRIB]

Tinggalkan komentar

Filed under Human Right, Law, News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s