PBB: 80% Petani Palestina Tak Bisa Masuk ke Ladang Mereka

Laporan terbaru kantor Biro Perwakilan PBB – Biro Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Palestina (OSHA) yang berkantor di al Quds (Jerusalem) Timur, menegaskan bahwa belenggu dan sanksi yang diterapkan penjajah Zionis Israel.

untuk membatasi ruang gerak dan aktivitas warga Palestina di Tepi Barat telah membuat para petani tidak bisa masuk ke ladang dan pasar-pasar Palestina. Hal itu diakibatkan oleh check point-check point yang memisahkan para petani dan ladang-ladang mereka. Ditambah dengan penutupan gerbang-gerbang perlintasan Jalur Gaza dan meningkatnya serangan para pemukim Yahudi terhadap para petani Palestina dan pohon-pohon zaitun mereka. Hal ini telah menyulut kecemasan kemungkinan kebehasilan panen zaitu di musim panen kali ini.

Laporan OSHA dengan judul “Musim Panen Zaitun di Tepi Barat dan Jalur Gaza 2008”, ini menambahkan bahwa pada tahap selanjutnya setelah panen zaitun dilakukan secara keseluruhan, zaitun harus dibawa ke tempat-tempat pemerasan di Tepi Barat dengan cepat untuk menjaga nilai dan kualitasnya. Namun belenggu yang diterapkan penjajah Zionis Israel untuk membatasi ruang gerak dan aktivitas warga telah mencegah mereka bisa sampai ke ladang-ladang dan pasar-pasar serta ke tempat-tempat pemerasan. Hal ini berdampak kepada meningkatnya biaya transportasi dan berlipatnya rentang waktu penyerahan.

OSHA menjelaskan bahwa blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza juga berdampak pasokan minyak zaitun dari Tepi Barat. Pada musim panen tahun 2006/2007 ada sisa 7000 ton minyak zaitun yang nilainya sekitar 28 juta dolar dan belum terjual. Hal ini bedampak sangat besar bagi para petani zaitun Palestina.

Pergantian Musim

Musim panen zaitun saat ini terjadi setelah dua tahun pergantian besar musim panen dan pada tahun 2008 merupakan puncaknya dan terjadi peningkatan hasil panen secara umum. Musim panen tahun ini secara resmi dimulai pada 10 Oktober dan terus berlangsung hingga November. Diperkirakan setengah dari keluarga Palestina di Tepi Barat yang menanam zaitun ikut dalam memetik zaitun. Hal ini membuktikan banyaknya tangan yang terlibat dan pekerjaan ini.

Laporan Biro Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB di Palestina ini membicarakan bagaimana sejumlah lembaga solidaritas internasional bergabung dan ikut serta bersama para petani, dalam tahun-tahun terakhir, untuk memberikan jaminan perlindungan di wilayah-wilayah pergesekan antara para petani Palestina dengan para pemukim Yahudi.

Laporan ini mengisyaratkan titik pergesekan utama di Tepi Barat adalah ladang-ladang zaitun di wilayah-wilayah dekat dari permukiman-permukiman Yahudi dan koloni permukiman. Dalam beberapa tahun terakhir OSHA mencatat terjadinya banyak peristiwa pencurian hasil panen zaitun Palestina oleh kelompok pemukim Yahudi, pembongkaran pohon-pohon zaitun, teror dan serangan fisik terhadap petani Palestina.

Izin Tanah

Laporan OSHA ini menjelaskan bahwa puluhan ribu pohon zaitun telah dibongkar pihak militer Zionis Israel untuk pembangunan sepanjang 720 kilometer rencana tembok pemisah rasial yang memutus-mutus jalan, lahan dan jalur perhubungan di Tepi Barat. Rencana pembangunan tembok pemisah rasial ini telah berakibat sangat bahaya bagi industri dan tanaman zaitun.

Laporan ini mengatakan, “Otoritas penjajah Israel telah membuat celah pintu-pintu pada tembok pemisah rasial sehingga para petani bisa sampai ke ladang-ladang mereka. Namun para petani harus mendapatkan izin untuk lewat melalui pintu-pintu tersebut. Sementara izin ini sangat sulit untuk didapatkan.” OSHA menjelaskan bahwa dalam riset yang dilakukan Biro Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB di Palestina bekerjasama dengan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) di Tepi Barat utara, terungkap bahwa 80% petani zaitun Palestina tidak bisa mendapatkan izin yang dibutuhkan untuk bisa sampai ke ladang-ladang mereka yang ada di balik tembok pemisah rasial Israel.

Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa keterbatasan suplai air turut menghalangi kemampuan banyak petani zaitun Palestina untuk bisa mengairi tanaman mereka di waktu-waktu yang sangat sulit. Hal ini mengakibatkan terbatasnya kemampuan pertambahan hasil panen.

Pentingnya Musim Zaitun

Laporan OSHA ini menegaskan bahwa PBB mengakui pentingnya bidang pertanian zaitun bagi ekonomi Palestina untuk memperkuat tingkat kehidupan yang layak dan juga untuk menanggulangi kemiskiman. Di samping pengaruhnya yang mungkin ada dalam industri pertanian ini pada kondisi kemanusiaan, terutama dalam bidang kesehatan, pangan dan pada anak-anak. [im/mt]

Tinggalkan komentar

Filed under News, Politic, War

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s