Nasrallah Selalu Menepati Janjinya

Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrullah, mengatakan bahwa Israel bagaikan rumah laba laba. Hal ini dinyatakan dihadapan pengikut yang setianya pada pertemuan akbar di Beirut Selatan. Pernyataan ini untuk memperjelas apa yang sebenarnya terjadi dan mengingatkan kembali kepada mereka yag masih belum percaya bahwa: Hegemoni kekuatan barat yang selama ini dipropagandakan oleh media-media barat untuk mengintimidasi seluruh bangsa dan negara di dunia ini sebenarnya hanya merupakan propaganda politik yang tidak ada kenyataanya. Karena kenyataanya tidak lain adalah sarang laba laba, lemah dan tidak dapat mempertahankan serangan yang kecil sekalipun. Kenyataannya itu terlihat jelas, saat diperang Tammuz 33 hari.

Hari hari ini semua tengah memandang rencana pertukaran tawanan antara Hizbullah dan Israel. Ditangan Hizbullah ada dua tentara Israel yang berhasil ditawan Hizbullah dalam perang 33 hari (Israel vs Hizbullah = Perang Tammuz , Eldad Regev dan Ehud Goldwasser)tahun 2006. Semenara Israel harus mengeluarkan semua tawanannya yang berwarga negara Libanon dan sebahagian dari Palestina. Hal ini yang sangat berat bagi Israel, karena sejak kekalahannya dalam perang itu, Israel terpaksa mengikuti semua kehendak Hizbullah pada satu sisi, dan adanya kekhawatiran di dalam negerinya pada sisi lain.

Saat untuk mementukan pertukatan inipun Israel mengalami goncangan politik, karena Olmert sendiri merasa pesimis dengan bentuk pertukaran ini. Minimal dia merasa menjadi pecundang dengan menghadapi Hizbullah, dan satu sisi dia berhadapan dengan kehendak masyarakat negerinya yang menuntut anak bangsanya dikeluarkan dari tawanan Hizbullah. Untuk menurunkan tensi ini Olmert mengatakan:”Israel akan kecewa ketika melihat anaknya sudah tinggal bangkai saja nanti”. Pertemuan ini berakhir dengan kekalahan voting difihak Olmert (22-3).

Disisi lain Mosad dan Sin Beth tidak berhasil mendesak pemerintahnya untuk membatalkan pertukaran ini. Mereka berusaha keras untuk menghambat program pertukaran ini karena alasan pretise bangsanya dan juga kestabilan politik. Dalam hal prestise, maka sangat jelas sekali bahwa Zionis yang dianggap memiliki kekuatan terkuat di sekitar laut Meditarian ini terpaksa tunduk dengan tudingan satu kelompok kecil yang diistilahkan mereka sebagai kelompok teroris. Sementara mereka dianggap negara yang memiliki semua kekuatan sophisticate yang tidak ada lawannya. Dari dalam negeri mereka akan menghadapi serangan dekadensi militansi kebangsaan, dimana semua orang Israel melihat bagaimana Sayyid Hasan Narullah, selaku pemimpin Hizbullah telah berjanji kepada pengikutnya dan juga para pejuang Palestina secara umum, untuk membebaskan semua tahanan Arab dari tangan Zionis. Sementara Israel sekarang terpaksa mengikuti tuntutan pemenuhan janji ini,tanpa dapat melakukan suatu apapun. Orang Israel pula melihat bagaimana lemahnya para pemimpin mereka dalam menangani kasus anak bangsanya yang ditawan oleh”musuh”nya itu. Malah memiliki kecendrungan untuk menolak melakukan pembebasan anak bangsanya.

Israel akan membayar terlampau mahal, karena permasalahan bukan saja dua dibanding dengan sejumlah tawanan Arab (Hizbullah dan Palestina) tapi juga harga diri bangsanya. Paling tidak begitu pandangan mereka karena hakikatnya Israel memang tidak ada harganya. Sehingga tidak ada jalan lain yang harus mereka lakukan kecuali mengikut kata Hizbullah, yaitu ikut serta membuktikan janji Sayiid Hasan Nasrullah pada bangsanya, dan Israel harus menyerah dengan janji ini.

Para pengamat politik di dalam negeri merekapun telah memprediksikan bahwa bangsa ini telah mengalami keruntuhan supremasinya. Mereka merasa telah membina supremasi ini sekain puluh tahun tapi ternyata hingga kini kehebatan yang dibina itu tidak dapat mengalahakan kekuatan yang relative kecil. Di dalam negeri mereka tidak dapat menyelesaikan konflik dengan pejuang Plaestina Hamas, dan di perbatasan Libanon mereka sudah hancur luluh menghadapi Hizbullah.

Kalau ditarik mundur kembali, dalam peristiwa peralihan politik drastic yang dilakukan Hizbullah dan tentara Libanon yang memaksa terjadinya perubahan sementara dari staknan politik yang berkepanjangan, telah membuat Amerika dan Israel malu di dunia internasional. Karena bukan saja Hizbullah dapat mendiktekan kehendaknya pada dunia Arab tapi telah berhasil merubah dominasi bidak catur politik di Libanon. Sineora yang didukung oleh Amerika dan Samir Jakjak yang ditopang oleh Israel tidak dapat berbuat apa apa, sekalipun telah berkoalisi dengan kekautan keuangan Sa’ad Hariri yang disokong Saudi. Sekian waktu mereka telah berusaha untuk mendominasi politik Libanon dengan koalisi 14 Maret-nya. Tapi semua ini berubah totol hanya dalam waktu yang relative singkat. Untuk ini, US-Israel menggesa semua negara Arab masuk campur.

Kalau tidak, maka dominasi Hizbullah tidak akan dapat dihambat lagi. Dengan ini pun, Arab terpaksa malu lagi karena tawarannya mengirim tentara ke Libanon di tolak Hizbullah dengan dalil kalau hendakmembantu Arab maka kita harus mengirim tentara ke Gaza yang memerlukan tentara menghadapi penjajah tanah Arab. Arabpun mundur.

Untuk menurunkan opini yang sudah merambah keseluruh Timur Tengah termasuk Israel, maka The Jerusalam Post (29 Juni 2008) telah memuat berita untuk dapat menghambat opini massa yang telah dikuasai oleh kejujuran Hizbullah. Jpost menulis bahwa: ”70% rakyat Libanon anti Hizbullah”. Sebenarnya berita ini sangat membahayakan (harakiri ) dunia press dan juga keberadaan mereka (baca Zionis) sendiri. Karena semua tahu, bahwa 50% rakyat Libanon adalah bermazhab Syiah yang mayoritasnya pendukung Hizbullah, sekalipun mereka anggota Amal sekalipun. Kemudian tidak sedikit dari mereka yang bermazhabkan Sunni juga pro Hizbullah, belum lagi ditambah dengan mereka yang beragama Nasrani yang pro Hizbullah. Jadi hal ini bukan kesalahan penulisan atau kesalahan pendataan tapi juga penipuan yang jelas karena zionis tidak memiliki cara lain untuk memperahankan supremasi kosongnya. (bukankah yang kosong tidak perlu dipertahankan?!). Kalau saja prosentase minimal dari pendukung Hizbullah keseluruhannya hanya 50% maka data 70% sudah diluar dari data akurat.

Israel tengah berusaha untuk mengambalikan kepercayaan rakyatnya pada pemimpin mereka. Karena sejak perang Tammuz yang hanya 33 hari itu, rakyat Israel lebih mempercayai kata kata Sayyid Hasan Nasrullah dari pada pemimpin mereka sendiri. Setiap kata pemimpin Hizbullah itu selalu menjadi kenyataan, semenara pemimpin mereka selalu menutupi kasus korupsi dan juga scandal sex yang mereka lakukan, sehingga tidak ada kata lain yang dapat diberikan untuk mempertahankan kekuasaan mereka kecuali dengan berbohong.

Sekarang dihadapan mereka ada nilai banding yang dengan mudah orang akan melihat bagai mana moral pemimpin mereka (zionis) dengan kepemimpinan Hizbullah. Olmert tidak merasa berkewajiban untuk membebaskan anak bangsanya yang ada didalam tawanan “musuh”, sementara pemimpnin Hizbullah berjanji akan mengembalikan setiap anggota organisasinya dan juga orang Arab yang ada ditawanan regim Zionis. Hal ini bukan mudah, tapi hingga kini semua apa yang dikatakan oleh Sayyid Hasan Nasrullah selalu tetap tepat.

Memang semua keadaan ini merupakan satu miniature dari satu fenomena besar dunia. Keberadan regim zionis Israel dan Hizbullah merupakan front-line dari satu pertikaian besar yang sedang berkecamuk di dunia ini. Israel adalah merupakan miniature dari keberadaan seluruh dominasi kekuatan dunia dan Hizbullahpun mewakili satu kekuatan Islam dengan pendukungnya Republik Islam Iran. Keberadaan Israel tidak mungkin dilepaskan dari kebedaan Barat dan US, sementara Hizbullah tidak akan dapat dipisah dengan keberadaan Republik Islam Iran. Keduanya berhadapan dengan seluruh potensi yang dimilkinya. Pada satu sisi adanya kekautan adikuasa yang hendak ditegakkan dengan tiran, kebohongan dan kedhaliman dan difihak lain adanya kekutan islam yang hendak mempertahakan hak kebenaran dan kelompok tertindas.

Tidak heran,kalau secara jelas tampak dengan terang bagaimana kedua posisi ini saling beradapan. Bagaimana Israel dan Amerika serta sekutunya hendak menguasai dunia dengan semua tindakan tiran dengan persenjataan lengkapnya, sementara difihak lain adanya kekuatan milatan Islam berjuang mempertahakan dari serangan hegemoni penjajah dengan berbekalkan senjata iman. Ada pebedaan yang sangat menyolok diantara kedua kekuatan ini, dimana regim Zionis dan pendukungnya mengimani senjata sebagai kekuatan dan mereka merasa bahwa dengan senjata semua keinginannya akan didapat. Pada sisi yang berlwanan adanya manusia yang memiliki senjata yang relatif sederhana tapi dihatinya tersimpan kekuatan iman kepada Pemilik Kekuatan alam semesta. Inilah kekuatan mereka dan inilah yang sedang menjadi drama hidup dizaman ini. Semua menjadi penonton pertaruangan kedua bentuk kekuatan ini. Kekuatan hak dan batil.

Kalau diperhatikan logika Sayyid Hasan Nasrullah, maka logikanya adalah logika ketaatan dan pengabdian pada Islam. Apa yang menjadi setiap ungkapannya tidak lebih muncul dari apa yang diimaninya. Logikanya adalah logika iman akan kebenaran yang dibawakan oleh Islam. Tidak lebih dan tidak kurang. Ketika beliau mengatakan bahwa Israel bagaikan rumah laba laba, maka dengan cepat kita akan ingat akan ayat 41 dari surat Al Ankabut yang menyatakan:”Perumpamaan orang orang yang mengambil pelindung pelindung selain Allah adalah seperti laba laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba laba kalau mereka mengetahui”.

Ketika beliau berjanji untuk mengembalikan para tawanan dari tangan regim Zionis, bukalah karena dia memperhitungkan tentang kekuatan militer yang dimilikinya. Karena kekuatan militer yang dimilikinya tidak seimbang dengan kekuatan regim zonis dan sekutunya itu. Sayyid Hasan Nasrullah mengatakan janjinya atas pertimbangan keyakinannya pada Allah, yaitu barang siapa membantu Allah tentu Allah akan membantu mereka. Kepercayaan dan iman ini yang membuat setiap muamalah dan tindakan tergantung pada Allah dan aturan islam. Tidak lebih dan tidak juga kurang. Karena inilah yang sebenarnya sedang terjadi.

Peperangan Hizbullah melawan regim Zionis adalah peperangan Islam secara menyeluruh melawan kekafiran dan kedhaliman seluruhnya. Hizbullah dengan didukung kekuatan Islam Iran ada digaris depan, menghadapi otak kekafiran dan kedhaliman. Untuk itu Amerika berusaha untuk menghambat Iran dari setiap kemajuan yang dapat dicapainya terutama kekuatan militer. Alasannya sangat simple, yaitu untuk menjaga Israel dari serangan yang mungkin dilakukan Iran. Jadi setiap potensi yang memungkinkan terjadi pada Israel sudah perlu diantisipasi sejak dini, sehingga diharapkan semuanya akan dapat berjalan sesuai dengan apa yang mereka harapakan. Tapi yang terjadi tidak seperti yang mereka harapkan.

Hizbullah ternyata berdiri tegar persis dihadapan Israel tempat yang hendak mereka pertahankan. Untuk itu mereka menggalang kekuatan untuk menghancurkan Hizbullah dari dalam dan juga dari luar, tapi kesemuanya gagal total,malah akibatnya sebaliknya. Amerika berusaha untuk menghambat Iran dengan semua kekuatan yang dimilikinya, tapi hingga kini Iran masih tegar berdiri dan lebih kuat seperti yang mereka khawatirkan. Dari semua boikot dan sangsi yang diberikan kepada Iran ternyata Iran lebih dapat mandiri dan lebih tegar dalam menghadapi setiap tantangan. Persis seperti apa yang terjadi dengan Hizbullah. Betapa banyak pengetahuan perang yang didapatkan oleh Iran dan Hizbullah dari “univesitas 8 tahun perang Iraq-Iran”. Sekarang mereka sudah matang dengan keadaan yang dibuat oleh musuh itu sendiri. Betapa banyak pengetahuan Hizbullah dari perang 33 hari itu. Tidak ada yang tahu kecuali Hizbullah sendiri. Untuk itu pula Hizbullah telah lebih siap menghadapi Israel melebihi sebelum terjadinya perang Tammuz itu.

Janji Sayyid Hasan adalah janji Khomeini qs. Semuanya berjanji untuk membawa muslimin shalat berjamaah di masjidil Aqsa setelah menghancurkan Israel. Israel akan hancur dan muslimin akan menang. Kalau sebahagian mungkin melihat hal ini sepertinya jauh tapi betapa banyak muslimin melihatnya sangat dekat sekali. Karena janji ini bukan janji hanya seorang manusia, tapi janji ini disampai kan seorang anak manusia yang beriman kepada janji Allah, sehingga janji itu akan benar dan tepat karena janji itu dijamin Allah yang tidak pernah mengingkari janjinya. [Islam Muhammadi]

Tinggalkan komentar

Filed under News, Politic, Security, War

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s