Buka Kantor Perwakilan Koran Zionis ‘Haaretz’ DI Irak Dipertanyakan

Belum lama ini tersebar berita tentang dibukanya kantor perwakilan koran zionis ‘Haaretz’ di Irak. Kehadiran orang-orang zionis di Irak, khususnya di wilayah Kurdistan Irak, memang bukan kabar baru. Namun kehadiran mereka setelah pendudukan Irak oleh pasukan asing (baca: Amerika Serikat) sedemikian buruk sehingga nampaknya tak ada yang bisa ditutup-tutupi lagi.

Orang-orang zionis terlibat dalam banyak aktivitas di Irak, meliputi sektor keamanan, militer, persenjataan, ekonomi, perdagangan, perminyakan dan intelijen. Belakangan, Israel mengirimkan 60 tank anti ranjau dan anti RPJ untuk digunakan pasukan AS di Irak. Memang klaim akan kehebatan tank-tank tersebut terlalu dilebih-lebihkan. Sebab, setidaknya salah satu dari tank-tank itu lumpuh terkena peluru RPJ.

Kehadiran orang-orang Israel di Irak sudah bukan rahasia. Sebab aktivitas mereka di sana telah diungkap banyak oleh media-media Irak dan kawasan. Koran Irak ‘Al-Bayyinah Al-Jadidah’ pernah mengungkap peran broker zionis dalam perdagangan senjata untuk pasukan pendudukan. Koran ini menulis, sebagian besar broker senjata yang berhasil memperoleh pemesanan dari pasukan pendudukan adalah para broker Israel. Berkat sokongan terbuka dan terselubung dari pusat-pusat pengambil keputusan di Pentagon, mereka berhasil melakukan transaksi senjata yang mendatangkan keuntungan besar.

Bisa dikatakan, hampir semua orang Israel yang bertolak ke Irak atau beraktivitas di negara itu, menggunakan nama samaran dan paspor dari negara Eropa atau bahkan negara Arab. Mereka berusaha untuk menyembunyikan identitas sesungguhnya demi menghindari tindakan pemerintah pusat Irak jika jatidiri mereka terungkap.

Sebuah riset menyatakan, sedikitnya 250 orang zionis melakukan perjalanan ke Irak di bawah payung perusahaan kontrantor dan sejenisnya atau juga dengan kedok perdagangan. Namun angka itu jelas jauh dari fakta sesungguhnya, yang mungkin berlipat kali lebih besar. Banyak petunjuk yang mengisahkan bahwa orang-orang zionis di Irak terlibat di hampir semua lapangan kerja. Diantara perusahaan-perusahaan yang menjalin kontrak dengan pasukan pendudukan Irak, perusahaan zionis menempati urutan teratas. Kondisi ini kian membuka kesempatan bagi Israel untuk mengukuhkan kehadirannya di Irak dan kawasan. Aktivitas terbesar orang-orang Israel di Irak terkait dengan intelijen dan keamanan.

Mungkin Anda sering mendengar istilah perusahaan multinasional, yaitu perusahaan yang sahamnya dimiliki bukan oleh satu negara saja. Blackwater adalah salah satu perusahaan multinasional yang menyediakan jasa pengamanan dan intelijen. Perusahaan ini menjalin kontrak dengan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) di Irak. Yang menarik, dalam menjalankan aktivitasnya, Blackwater memanfaatkan tenaga dinas intelijen Israel (Mosaad) dan badan keamanan Israel (Shinbet). Meski Shinbet sebenarnya adalah dinas intelijen dan keamanan dalam negeri Israel, namun para pejabat tinggi Tel Aviv memutuskan untuk mengerahkan tenaga badan ini membantu program keamanan bersama Israel-AS di Irak. Dengan cara ini selain membantu AS, agen-agen Shinbet dapat menimba pengalaman lebih banyak.

AS yang saat ini menduduki Irak, memerlukan bantuan intelijen dan informasi dari Israel. Tingkat kebutuhan AS ini sedemikian besar sehingga untuk memenuhinya, rezim zionis mengeluarkan amaran kepada perwira-perwira keamanan dan intelijennya yang sudah pensiun untuk terlibat di Irak melalui tangan perusahaan penyedia jasa atau ikut bergabung dengan jaringan keamanan dan intelijen Israel yang sudah terlibat lebih dahulu di Irak bersama pasukan AS. Dengan cara ini, Israel menyusupkan agen-agennya untuk memperoleh data dan dokumen rahasia dan sangat rahasia yang dimiliki oleh pemerintah Irak dan bahkan negara-negara tetangga Irak. Informasi itu dapat sewaktu-waktu dimanfaatkan oleh Tel Aviv.

Seperti yang sudah disinggung di awal tulisan, orang-orang zionis tidak hanya terlibat dalam masalah keamanan, intelijen dan persenjataan di Irak. Mereka juga terlibat dalam program rekonstruksi Irak di bawah payung perusahaan kontraktor. Dengan cara ini, Israel dengan mudah mengirimkan agen-agen intelijennya. Perusahaan-perusahaan kontraktor Eropa yang biasanya di bawah pengaruh jaringan zionisme internasional bekerja untuk kepentingan Israel, khususnya kepentingan yang berhubungan dengan energi dan minyak.

Saat ini ada dua perusahaan minyak yang sedang berusaha keras untuk menyambungkan pipa minyak dari Irak ke Israel. Mereka terus mengupayakan untuk mengaktifkan lagi pipa penyaluran minyak Irak ke Haifa, dan jika memungkinkan, mereka akan membuat jalur pipa minyak yang baru untuk memenuhi kebutuhan Israel. Pipa minyak ini melewati wilayah Turki sebelum memasuki kawasan laut Hitam dan Meditterania. Yang jelas, proyek ini sangat penting dan strategis bagi memenuhi kebutuhan energi Israel.

Sampai di sini sudah jelas sejauh mana kehadiran Israel di Irak. Ada satu pertanyaan penting, seberapa besarkah volume aktivitas financial dan ekonomi Israel di Irak? Belum lama ini beberapa pejabat Washington yang terlibat pendudukan Irak mengakui adanya dana sebesar 46 milyar USD hasil penjualan minyak mentah yang raib dan tak ketahuan rimbanya. Penyelidikan yang dilakukan berkenaan dengan dana besar ini tak menemukan benang merah. Sebab dana itu tak pernah tercatat dalam kantor keuangan pemerintah Irak maupun kantor kas negara Irak.

Sumber di pemerintahan Irak menyatakan bahwa jumlah dana yang raib itu jauh lebih besar dari jumlah yang diumumkan. Berapa pun jumlahnya, yang jelas, opini umum percaya bahwa uang itu terkait dengan dana yang masuk ke kantong Israel. Tak boleh dilupakan bahwa Israel mengeruk keuntungan besar dari perputaran uang Irak lewat perusahaan-perusahaan multinasional yang menandatangani kontrak dengan AS di Irak. Misalnya, tentara AS memerlukan pengadaan energi dan minyak. Kemudian diadakan tender yang lantas dimenangkan oleh perusahaan Amerika. Namun perusahaan itu menyerahkan pelaksanaan proyek kepada perusahaan zionis. Dengan demikian, Israel mengeruk keuntungan besar lewat proyek tersebut.

Mungkin masih banyak orang yang belum menyadari kehadiran orang-orang zionis Israel di Irak dan dampak buruknya. Masalahnya adalah, saat ini Israel masih mencari bidak-bidak kunci yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan intelijen. Karena itu banyak aktivitasnya di Irak yang belum terlihat dan tak ada reaksi atasnya. Meski demikian, saat inipun intervensi Israel di Irak sebenarnya sudah cukup mengejutkan. Dinas Intelelijen Israel Mossad yang mengerahkan perhatiannya pada masalah nuklir di Irak dan mengidentifikasi para pakar atom di negara itu, telah membunuh 550 ilmuan nuklir Irak. Hal ini telah menciptakan kecemasan yang luas biasa di kalangan para ilmuan

Di balik itu semua, AS dan Israel menjalin kerjasama yang erat dalam mempersenjatai kelompok-kelompok teroris untuk melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil Irak. Israel juga memanfaatkan wilayah Irak untuk membuang limbah nuklirnya yang sangat berbahaya. Limbah nuklir itu dikirim ke dalam wilayah Irak dalam kemasan komoditi impor lalu dibawa ke titik yang tak diketahui. Limbah itu dibuang tentunya tanpa mengindahkan aturan lingkungan hidup.

Ada satu pertanyaan lagi, kapankah Israel mulai merambah Irak? Apakah mereka sudah ada di sana sebelum Maret 2003 atau setelah AS menduduki Irak? Memang setelah pendudukan Irak oleh AS dan sekutunya, yang dimulai Maret 2003, kehadiran orang-orang Israel terlihat secara nyata, tetapi sebenarnya mereka telah hadir di Irak sejak dekade 1970-an. Jenderal Jay Garner yang dinobatkan Presiden George W Bush sebagai penguasa militer pertama di Irak pasca pendudukan, adalah seorang zionis yang fanatik. Dialah yang membuka pintu bagi kehadiran orang-orang Israel secara nyata di Irak. Ketika itu hampir semua pejabat Israel, khususnya pejabat Mossad dan dinas keamanan, berkunjung ke Irak. Mereka mempelajari mekanisme penghancuran total situs-situs nuklir dan pusat riset atom Irak. Pada tahap berikutnya, seluruh peralatan dan perlengkapan yang ada di instalasi nuklir ‘Tammuz’ Irak dibawa kabur ke Israel. Selain itu, pusat pembuatan senjata kimia Irak yang pembangunannya dibantu oleh Belanda, Jerman, Inggris dan Prancis, dihancurkan.

Lebih brutal lagi, Israel mencuri dokumen penting milik pemerintah Irak khususnya milik Departemen Pertahanan dan Dinas Intelijen -yang di masa kekuasaan Saddam Hossein sangat ditakuti- dan memboyongnya ke Palestina pendudukan.

Sejak dekade 1970-an bahkan sebelum itu, Israel telah hadir di Irak khususnya di wilayah Kurdistan, karena rezim zionis memang memiliki hubungan dengan kelompok Kurdi Irak. Saat itupun Israel menjalin hubungan dengan rezim Syah Pahlevi di Iran. Jenderal Fardust, perwira tinggi Iran di zaman Pahlevi mengatakan bahwa dirinya di tahun-tahun awal dekade 1970 melakukan kunjungan ke Israel untuk bertemu dengan sejumlah perwira tinggi rezim zionis sekaligus mengikuti pelatihan di sana. Sepulangnya ke Iran ia mengakui bahwa di Israel ia bertemu dengan sejumlah orang Kurdi yang juga menjalani pelatihan di Israel, padahal mereka tidak dikirim oleh dinas intelijen Iran saat itu (SAVAK). Syah Pahlevi setelah mengetahui masalah ini memilih diam dan memerintahkan untuk menutup kasus tersebut.

Setelah kemenangan revolusi Islam di Iran, Israel yang menjalin koordinasi dengan Turki, Eropa dan Amerika Serikat, serta didukung fasilitas pangkalan udara Injerlik di Turki berhasil menjalankan kebijakan imperialismenya dengan membentuk pemerintahan di Kurdistan Irak menyusul kian melemahnya rezim Baath Irak pimpinan Saddam Hossein. Pada awalnya, Turki terlibat dalam pembentukan pemerintahan Kurdistan tersebut, namun belakangan, setelah etnis Kurdi Turki menuntut hal serupa, Ankara mereaksinya dengan keras.

Masalah yang krusial di balik kasus ini adalah bahwa Israel memainkan peran besar dalam penumpasan pemberontak Kurdi di Turki di satu sisi dan di sisi lain ikut mendukung eksistensi kelompok pemberontak ini. Penangkapan gembong utama pemberontak Kurdi Abdullah Ujalan di Afrika terjadi setelah dinas intelijen Israel mengidentifikasi dan menangkapnya untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah Turki. Namun kini, pemerintah Turki tak dapat menyembunyikan kekesalannya dan menyatakan bahwa Partai Pekerja Kurdistan Turki (PKK) yang memberontak ternyata disokong kuat oleh Eropa dan Israel.

Lalu apa kaitannya dengan Irak? Untuk menjawabnya kita harus melihat kondisi di lapangan bahwa wilayah Kurdistan Irak yang berbatasan Turki telah dijadikan benteng pertahanan oleh PKK menghadapi serangan militer Turki. Pemerintah Ankara berkali-kali melakukan serangan militer ke dalam wilayah Kurdistan Irak untuk mengejar para pemberontak PKK. Dalam beberapa waktu belakangan ini, pemerintah Turki mengeluarkan perintah operasi militer besar-besaran di utara Irak, wilayah yang dijadikan basis pertahanan oleh PKK. Meski ada penegasan dari Ankara bahwa operasi militer akan terus berlanjut, namun tiba-tiba, Turki menarik mundur tentaranya, dan kondisi kembali ke titik awal.

Makna dari seluruh transformasi di Kurdistan Irak dan operasi militer Turki yang berhenti secara tiba-tiba tak dapat dilepaskan dari skenario AS dan Israel. Di satu sisi, Washington dan Tel Aviv menjalin hubungan yang sangat apik dengan Ankara, namun di satu sisi, masalah separatisme yang mengganggu Turki sengaja dibiarkan oleh AS dan Israel. Tujuannya supaya tetap ada alat untuk menekan Turki.

Secara faktual, Israel telah menjadikan wilayah Kurdistan Irak sebagai basis pertahanannya yang paling utama di luar negeri dan di jantuing dunia Arab. Pentingnya wilayah ini bagi Israel membuat para petinggi zionis siap mengorbankan hubungannya dengan Turki untuk mempertahankan Kurdistan Irak. Dengan hadir secara fisik, Israel memiliki keleluasaan yang lebih untuk berbuat onar di Irak maupun di kawasan secara umum.[taghrib/islammuhammadi]

Tinggalkan komentar

Filed under News, Politic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s