Apa yang lebih membanggakan bagi kaum muslim, selain ia menemui Rabbanya dengan merengguk kesyahidan. Dengan keteguhan iman ia mempertahankan haluan rell yang mesti dilaluinya menuju keselamatan dan keridhaan Tuhannya… Itulah Marwa Sherbini (32), seorang perempuan muslimah yang berdomisili di Jerman, menemui ajalnya dengan 18 tusukan pisau yang dilakukan oleh seorang phobia Islam Jerman.
Tragedi yang menimpa Marwa adalah goresan sejarah yang mengharu-birukan bagi kaum muslimah dan masyarakat muslim secara umum. Bagaimana tidak, ia wafat karena mempertahankan agamanya ditengah-tengah orang yang risih dengan jilbab yang dikenakannya sebagai identitas muslimah bagi menjaga kehormatannya sebagai seorang perempuan.
Marwa, ditikam hingga tewas oleh lelaki Jerman kebangsaan Rusia, 28 tahun, dalam ruang pengadilan di wilayah timur kota Dresden, Rabu (1/7) pekan lalu. Ia ditikam 18 kali. Hal yang sungguh menyat hati, syahidah Marwa saat dibunuh sedang hamil tiga bulan.. dua nyawa melayang seketika, yang terjadi di ruang pengadilan salah satu negeri yang begitu sengit meneriakkan HAM untuk dijunjungi.
Suami Marwa yang tengah mendiskusikan gelar Masternya bulan depan, terluka saat mencoba menghalangi pembunuh untuk melindungi istrinya. Sang suami terluka karena tembakan seorang petugas keamanan dengan dalih salah sasaran (salah tembak). Apakah ini murni salah tembak? Semoga Tuhan menunjukkan pada kita kebenaran sebagaimana adanya.
Apa yang dialami Marwa, harusnya menjadi tamparan keras bagi selogan-selogan mereka (Barat) atas penegakan HAM yang kosong itu. Tapi tidak demikian, sikap diskrimitatif Barat selalu terlihat kentara melalui kasus-kasus seperti yang dialami Salwa. Buktinya, sampai saat ini belum ada respon, apa lagi kecaman dari pemimpimpin Eropa dan Amerika, seperti Obama dan Sarkozy yang mengemuka. Bahkan badan Perserikatan Bangsa-bangasa (PBB) belum membuat pernyataan apapun terkait hal tersebut. Hal yang kontras saat kejadian-kejadian seperti itu terjadi di negeri Islam, Timur atau Afrika, dimana kecaman-kecaman keras dari Barat menggema secara cepat dan aksi-aksi protes pun segera terjadi untuk menekan pemerintahan-pemerintahan non-arus Barat. [Vendra].
Tragedi Marwa Menggugat Slogan HAM Barat
Juli 13, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Kategori: Crime · Human Right · Law

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.