DEDIKASI DIRI

Iran: Izinkan Dunia Meragukan Gaung HAM Barat

Juli 10, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mengutuk aksi pembunuhan terhadap muslimah berjilbab Mesir di pengadilan Jerman lewat sebuah surat yang ditujukan kepada mitranya di Jerman. 

Syahid Jilbab, Marwa El-Sherbini, 33 tahun gugur syahid lantaran mempertahankan jilbabnya setelah ditikam oleh seorang rasis Jerman di hadapan majelis hakim pengadilan kota Dresden, Jerman.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi dalam surat kepada mitranya, Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri Parlemen Jerman, Ruprecht Polenz, menulis, “Ijinkan kami menilai secara obyketif dan biarkan masyarakat dunia untuk meragukan klaim Barat soal hak asasi manusia (HAM) dan keadilan.”

Dalam suratnya itu Boroujerdi menyatakan, “Sangat disesalkan bahwa pihak keamanan pengadilan Jerman yang semestinya menyelamatkan perempuan tak berdosa itu, justru menembak dan melukai suami perempuan tersebut yang berusaha menolong istrinya”

Anggota Parlemen Iran itu menambahkan, “Sangat mengherankan sekali, bahwa di Jerman sebagai negara pengklaim demokrasi dan pembela HAM, sebuah tragedi mengenaskan yang menyayat perasaan setiap insan terjadi di pengadilan”.

Kepada mitranya, Boroujerdi mengingatkan, “Apakah dengan terbunuhnya perempuan tak berdosa itu di pengadilan dan terbunuhnya seorang warga Iran di tangan polisi Kanada, atau tragedi penyiksaan Abad Pertengahan di penjara Guantanomo atau dengan penyiksaan brutal di penjara Abu Ghuraib, hingga kini Anda masih berpikir bahwa Barat masih juga mengklaim sebagai pembela utama HAM dan menempatkan dirinya sebagai pendidik HAM bagi negara-negara lain?”

Berita lainnya menyebutkan, warga Tehran berencana menggelar aksi pemakaman simbolik jenazah Syahid Jilbab, Marwa El-Shebiri setelah salat Jumat hari ini (10/70. Aksi itu digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap muslimah Mesir yang gugur syahid lantaran mempertahankan jilbabnya sekaligus sebagai bentuk kecaman terhadap aksi pembunuhan bermotif rasis yang menimpanya. [irib.ir].

Kategori: Human Right · News

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar