President Venezuela, Hugo Chaves kembali menuding AS sebagai biang
kerok atas instabilitas politik di negara-negara lain. President yang secara terang-terangan membangun konfrontasi dengan kekuatan arogansi dunia tersebut kali ini menuding pemerintah AS mendukung kudeta militer di Honduras.
Merujuk laporan Press-TV kemarin (2/7), dalam menyinggung kudeta militer di Honduras baru-baru ini yang berujung dengan tergulingkannya pemerintahan Presiden Manuel Zelaya, Hugo Chavez menyatakan bahwa AS mendukung kudeta militer tersebut. Ditambahkannya, “Kudeta di Honduras merupakan tantangan terbesar yang dihadapai Presiden AS, Barack Obama. Sebab, Washington mengakui keberadaan pemerintahan sementara Honduras”.
Chaves juga mengkritik keras Gedung Putih lantaran tidak menutup kedutaan besarnya di Honduras. Padahal mayoritas negara-negara Amerika Latin dan anggota Uni Eropa menarik para diplomatnya dari Honduras sebagai bentuk protes mereka terhadap terjadinya kudeta militer di negara itu. [disarikan dari berita situs http://www.irib. ir].

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.