Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) Khaled Meshal menyatakan, pengembalian dataran tinggi Golan dari Rezim Zionis Israel adalah hak Suriah. Kantor Berita Mehr yang bermarkas di Iran melaporkan, Meshal juga menegaskan bahwa Hamas akan melakukan balasan dahsyat atas segala bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Menurutnya, kesepakatan perdamaian antara Suriah dan Israel tidak berpengaruh terhadap hubungan Hamas dan Suriah. Dikatakannya, masalah perebutan kembali dataran tinggi Golan merupakan hak Suriah dan Damaskus tidak harus mengeluarkan dana sepeserpun mengingat Rezim Zionis adalah pihak penjajah dan Israel yang seharusnya membayar ganti rugi atas aksi-aksinya.
Di depan para wakil kelompok perjuangan Palestina di Suriah Meshal mengatakan, selama musuh tetap menjaga komitmennya terhadap kesepakatan gencatan senjata, kelompok perjuangan Palestina juga akan melakukan hal yang sama. Namun jika musuh melanggar gencatan senjata maka kelompok perjuangan juga akan menggunakan satu-satunya pilihan yaitu menggulirkan kembali perlawanan.
Laporan lainnya menyebutkan, Front Amal Islam Jordania, menilai kesepakatan gencatan senjata antara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan Israel sebagai sebuah kemenangan bagi bangsa Palestina dan kekalahan politik Israel. Kantor Berita IRNA melaporkan, seorang pejabat tinggi Front Amal Islam Jordania, Rahil Ghuraibah menyatakan, pemberlakuan gencatan senjata antara Hamas dan Israel itu merupakan faktor yang sangat berpengaruh di Palestina. [irib.ir]

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.