Pasca inspeksi mendadak Siti Fadillah, Menteri Kesehatan RI, keberadaan laboratorium Naval Medical Research Unit-2 (Namru 2) sebagai laboratorium penelitian penyakit menular milik Amerika Serikat tersebut mengundang reaksi dari banyak pihak, dan mulai dipertanyakan transpransi badan tersebut dalam aktifitasnya di Indonesia. Keberadaan Namru di Indonesia juga dinilai lebih banyak merugikan ketimbang apa yang dihasilkan lembaga tersebut.
Fungsi Namru di Indonesia dicurigai lebih kepada aktifitas intelejen untuk kepentingan AS. Hal ini terindikasi dari personil yang terlibat adalah kalangan militer Amerika, dan para staff tersebut memiliki kekebalan diplomatik. Masa kerja lembaga tersebut sudah berakhir, seiring berakhirnya perjanjian kerja sama dibidang penelitian tersebut antara pemerintah RI dengan lembaga tersebut. Nyatanya lembaga tersebut tetap masih beroperasi dengan tidak mengindahkan berakhirnya tugas yang mereka kerjakan di Indonesia.
laboratorium Naval Medical Research Unit-2 (Namru 2) pertama sekali beroperasi di Indonesia sejak Menteri Kesehatan Siwabessy dan Duta Besar AS Francis Galbraith menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, 16 Januari 1970. Kerja sama penanganan terhadap berbagai penyakit menular tersebut terasa merugikan Indonesia karena semua staf Namru kemudian mendapat fasilitas diplomatik. Mereka diizinkan memasuki seluruh wilayah Indonesia, kecuali daerah yang terlarang karena alasan keamanan. Selain itu, barang-barang yang dibawa, baik milik lembaga maupun pribadi, bebas bea dan cukai.
Lembaga Mer-C meminta pemerintah untuk tidak melanjutkan kembali kerjasama dengan Namru. Dengan pertimbangan lebih banyak menuai kerugian, dan tugas utama mereka juga tidak memperlihatkan hasil yang semestinya, sebagai laboratorium penyelidikan penyakit menular. Desakan yang sama juga disampaikan oleh sekitar 100 perwakilan mahasiswa dari sejumlah universitas tergabung dalam Koalisi Umat Anti Impersialisme. Himpunan Mahasiwa Islam (HMI), PERSIS, serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat juga akan bergabung dalam aksi di halaman Laboratorium Namru, Jalan Percetakan Negara, sekitar pukul 13.30 wib hari ini. Mereka meminta President untuk mengusir Namru 2 dari Indonesia. [Dari berbagai sumber]

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.